Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Sekolah SDN Ragunan 08 Pagi, M. Syaikhu Rohman menyampaikan upaya mengurangi kantong sampah di sekolahnya guna mempertahankan konsep ramah lingkungan (Net Zero Healthy Greenship).

"Jadi kebanyakan sekolah yang lainnya itu banyak sekali tempat sampah, tapi sekolah kami sedikit demi sedikit mengurangi sampah yakni zero waste atau nol sampah," kata Rohman saat ditemui, Jakarta, Jumat.

Menurut Rohman, dengan mengurangi kantong sampah yang ada bisa meminimalisir niat seseorang untuk membuang sampah di sekolah, sehingga memilih untuk membuangnya di rumah.

Sebagai contoh, jika siswa membawa bekal makanan dari rumah, maka yang mereka bawa dari rumah harus kembali dibawa.

Kendati demikian, Rohman menegaskan pihak sekolah sudah menempatkan beberapa kantong sampah di tempat strategis.

Adapun pengurangan kantong sampah ini sebagai bentuk pembiasaan kepada siswa untuk menyimpan sampah terlebih dahulu sebelum menemukan kantong sampah di dekatnya.

Dengan harapan, siswa bisa menyerap pemahaman karakter mengenai kesadaran di lingkungan sekitar, kata dia.

"Bukan berarti kita tidak mau menyediakan, tapi itu bagian dari pembiasaan dengan munculnya adanya memicu orang untuk membuang sampah," jelasnya.

Selain berupaya mengurangi kantong sampah, para tenaga kebersihan juga tak luput turut menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, kata Rohman.

Beragam fasilitas ramah lingkungan di sekolah yakni adanya panel surya penghemat listrik dan sumur resapan untuk mengurangi genangan air ketika hujan datang.

Diketahui, SDN Ragunan 08 Pagi merupakan salah satu sekolah ramah lingkungan pertama di Indonesia dengan konsep "Net Zero Healthy Greenship" yang diresmikan Anies Baswedan pada Rabu (28/9).

Luas sekolah sebesar 5660 meter persegi didominasi ruang terbuka hijau untuk mengurangi emisi karbon.

Sekolah kawasan Ragunan ini terdiri dari tiga sekolah yaitu SDN Ragunan 08 Pagi, SDN Ragunan 09 Pagi, dan SDN Ragunan 11 Petang yang digabungkan untuk efisiensi manajemen sekolah.

SDN Ragunan 08 Pagi direhab total oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rp 33miliar seperti dikutip dari instagram @aniesbaswedan, Kamis (30/9).

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2022