Kunci dari ketahanan pangan terletak pada ekosistem yang dibangun oleh kita sendiri. Kita harus menguasai rantai pasok yang tak hanya akan memakmurkan para petani Indonesia, tapi juga punya peran akan kebutuhan pangan dunia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN memperkuat kolaborasi dalam perhelatan G20 dalam rangka mendukung ketahanan pangan Indonesia.

“Kunci dari ketahanan pangan terletak pada ekosistem yang dibangun oleh kita sendiri. Kita harus menguasai rantai pasok yang tak hanya akan memakmurkan para petani Indonesia, tapi juga punya peran akan kebutuhan pangan dunia," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Erick menambahkan, hal ini selaras dengan keinginan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus membangun sebuah BUMN pangan yang kuat untuk merealisasikan visi Indonesia 2045 di sektor peningkatan ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan turut menjadi bagian dari perhatian dunia, tak terkecuali negara-negara anggota G20. Konflik yang terjadi di belahan dunia lain telah membawa dampak pada krisis ekonomi, energi dan pangan yang terjadi di berbagai negara lainnya.

Untuk itu, penguatan ekosistem pangan nasional menjadi hal yang urgen bagi Indonesia. ID FOOD sebagai BUMN Holding Pangan terus berupaya memperkuat ekosistem pangan dengan meningkatkan inklusivitas bagi petani, peternak, dan nelayan, serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia.

Dalam penyelenggaraan Forum Business 20 (B20) yang menjadi bagian dari KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022, ID FOOD menjajaki perluasan kerja sama di bidang pangan dengan Uni Emirat Arab (UEA). Pada pertemuan bisnis ini dilakukan pembahasan potensi kerja sama lainnya guna peningkatan sektor perdagangan pangan di antaranya palm fruit, dan Indonesia tropical fruit, kolaborasi pelaku usaha pangan dan private sector lokal Indonesia.

Ekosistem pangan terintegrasi ID FOOD dari hulu hingga hilir diharapkan mampu meningkatkan inklusivitas kesejahteraan bagi petani, peternak dan nelayan. Mulai dari produksi pangan di antaranya komoditas beras, jagung, gula, ikan, produksi dan budi daya Day Old Chicken (DOC) dan penggemukan sapi, serta komoditas garam.

Selain memproduksi, ID FOOD juga bergerak di pengolahan hasil olahan pangan, penyimpanan pangan (cold storage) serta sektor perdagangan dan logistik sebagai komitmen dalam menjaga ketersediaan pangan memenuhi kebutuhan masyarakat.

ID FOOD juga bersinergi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Perum Perhutani, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Asuransi Jasa Indonesia, dan PT Asuransi Kredit Indonesia dalam program Makmur untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Melalui program Makmur, petani mendapat berbagai pengawalan teknis dan budidaya pertanian secara komprehensif dan berkelanjutan termasuk pendampingan, akses permodalan dan akses pasar.

Baca juga: Pahala: BUMN harus berubah demi capai ketahanan pangan dan energi

Baca juga: Peran BUMN penting untuk dukung agenda ketahanan pangan G20

Baca juga: Erick Thohir optimalkan BUMN bangun ketahanan pangan nasional

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2022