Phnom Penh (ANTARA) -
Busana Kontingen Indonesia yang melakukan defile pada upacara pembukaan ASEAN Para Games 2023 Kamboja bertemakan "Sparkling Archipelago" yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia di panggung olahraga disabilitas terbesar Asia Tenggara.
 
Defile Kontingen Indonesia dipimpin oleh Dwiska Afrilia Maharani sekaligus sebagai pembawa bendera yang berbusana adat di atas kursi roda.
 
Dwiska merupakan atlet para-angkat berat debutan di ASEAN Para Games 2023 Kamboja yang turun di kelas 79 kilogram putri.
 
Para anggota kontingen Indonesia yang melakukan defile memakai topi daerah berwarna merah dan emas, memberikan kesan mewah dan berkilau dari ragam kebudayaan Indonesia.

"Kontingen Indonesia memakai topi daerah berwarna emas dan merah yang melambangkan keberanian dan kesuksesan yang terpancar bak emas yang berkilau pada defile Indonesia," kata Wakil Sekretaris Jenderal Komite Nasional Paralimpiade Indonesia Rima Ferdianto.

Baca juga: Tim para-bulu tangkis sumbang emas pertama bagi Indonesia di APG 2023
 
Selain menggunakan topi adat, kontingen Indonesia juga mengenakan setelan olahraga berwarna merah putih yang menyimbolkan bendera negara.
 
Busana daerah yang dipamerkan adalah baju adat dari Sumatera, Kalimantan, busana daerah Sulawesi, pakaian adat Bali, serta busana daerah Papua.
 
Ragam busana tersebut menggunakan warna merah, putih, dan emas sebagai warna identitas negara Indonesia.
 
Indonesia menurunkan 50 orang untuk mengikuti defile yang mewakili 268 atlet penyandang disabilitas tim Merah Putih yang berkompetisi di ASEAN Para Games 2023 Kamboja.  Kontingen Indonesia akan berlaga di 12 cabang olahraga yang dipertandingkan pada kompetisi tersebut.

Baca juga: Timnas bola basket kursi roda putra gagal raih kemenangan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2023