ini merupakan salah satu upaya pemenuhan hak anak sekaligus melestarikan permainan tradisional
Barabai, Hulu Sungai Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) menggelar lomba permainan tradisional yang diikuti oleh sekitar 200 anak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-39.

Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten HST sebagai pelaksana menggelar beberapa rangkaian lomba diantaranya balogo, badaku, batungkau atau yang sering disebut enggrang.

“Kita harus tanamkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada generasi penerus,” kata Bupati HST Aulia Oktafiandi di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Minggu.

Aulia menyebutkan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan terhadap dedikasi dan peran anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita berikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan anak, khususnya kepada para orang tua sebagai pendamping utama perkembangan anak,” ucapnya.

Baca juga: 1.500 anak meriahkan HAN lewat senam dan pentas ceria anak di Solo
Baca juga: Menteri PPA: Peringatan HAN 2023 bukan sekedar perayaan
Baca juga: Hadiri Puncak Hari Anak Nasional, BPIP Dukung Suara Anak Indonesia


Dia mengungkapkan beberapa permainan tradisional yang dilombakan mengandung banyak makna seperti nilai kerja sama, kerja keras, musyawarah, kejujuran serta kemampuan untuk memecahkan suatu permasalahan.
 
Para siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) mengikuti lomba permainan tradisional Badaku pada acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-39 di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (6/7/2023). ANTARA/HO-Pemkab HST


Ia menuturkan peringatan hari anak nasional adalah sebagai momentum berkumpul bagi para pihak untuk melihat sejauh mana tumbuh kembang para anak-anak selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Aulia berharap melalui rangkaian lomba permainan tradisional tersebut dapat mendorong terwujudnya generasi cerdas dan berkarakter khususnya di Kabupaten HST.

Pada kesempatan tersebut Bupati HST didampingi oleh istrinya yakni Ketua TP PKK Kabupaten HST Cheri Bayuni Budjang serta dihadiri juga oleh Wakil Bupati HST Mansyah Sabri, Dandim 1002/HST, Ketua GOW HST, Plt. Kadinsos PPKB PPPA, Plt. Kadisporapar, Disdik HST, dan Forum Anak Daerah HST.

Sementara itu, Plt Kabid PPPA Neneng Murdika menyebutkan lomba permainan tradisional yang mengangkat tema “Anak terlindungi, Indonesia maju” tersebut bekerja sama dengan beberapa instansi kabupaten setempat yakni Disbudporapar, Disdik, Kesbangpol, Bank Kalsel, Balai Rakyat Creative Hub dan Forum Anak Daerah.

Acara dirangkaikan dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis sebanyak 250 buah oleh Bupati HST, Wabup HST dan Dandim 1002/HST anak-anak, pedagang dan pengunjung care free day.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemenuhan hak anak sekaligus melestarikan permainan tradisional,” ujar Neneng.

Baca juga: Uus: Peringatan HAN 2023 untuk perkenalkan keragaman bangsa
Baca juga: Pemerhati: Pemenuhan hak anak tanggung jawab bersama
Baca juga: Hari Anak Nasional dan tantangan kendali stunting

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2023