Dampak dari program Membangun Negeri ini adalah mempromosikan wisata kami lebih luas.
Ambon (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku mengatakan program Membangun Negeri dapat membantu memperluas promosi destinasi wisata di Maluku.

“Dampak dari program Membangun Negeri ini adalah mempromosikan wisata kami lebih luas, melalui lomba TikTok yang kami gelar dengan latar belakang destinasi wisata Maluku sendiri,” kata Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Maluku Muhammad Ali Hanafi Soumena, di Ambon, Senin.

Membangun Negeri adalah sebuah program inisiatif dari Gubernur Maluku, yang berawal dari situasi saat pandemi COVID-19 di 2019 - 2020, yang menyebabkan semua pariwisata menurun termasuk di Maluku.

Soumena menyatakan, ide ini akhirnya dimulai dengan menggelar lomba sampul lagu atau song cover dari rumah masing-masing pada 2020.

Kemudian pada 2021 episode kedua, Membangun Negeri kembali menggelar lomba cipta dan menyanyikan lagu yang bernuansa membangun negeri, diikuti oleh 68 peserta serta vlog pariwisata dengan 101 peserta.

Pada episode ketiga di 2022, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dispar bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan lomba desa wisata terbaik se-Maluku yang sasarannya untuk milenial.

“Itu kita buat film dokumenter permainan anak Maluku, dengan tujuan selain mempromosikan permainan anak Maluku, daerah-daerah di Maluku juga mengedukasi anak-anak yang sekarang semua sudah menggunakan telepon genggam,” kata Soumena.

Episode keempat Membangun Negeri 2023 ini, diluncurkan lomba desa terbaik melalui media sosial TikTok dengan latar belakang destinasi wisata, karena dianggap berkembang dan dapat bergerak dengan cepat.

Menurutnya, hubungan antara lomba TikTok dengan latar belakang destinasi wisata Maluku ini adalah mempermudah Provinsi Maluku untuk memperkenalkan seluruh destinasi wisatanya.

“Kita tahu bahwa promosi itu dengan berbagai cara, salah satunya melalui TikTok dan orang akan datang berkunjung ke apa yang telah disampaikan melalui TikTok itu,” ujarnya lagi.

Soumena mengaku, sejak dibuatnya program Membangun Negeri, pada 2021 pengunjung destinasi wisata signifikan meningkat.

Baik pengunjung nusantara maupun wisatawan mancanegara. Meskipun tidak semua target tercapai, katanya lagi, setidaknya 90 persen ada peningkatan dari tahun ke tahun.

“Rata-rata untuk dari tahun 2020 ke 2021 itu naik sekitar 300 persen khusus untuk pengunjung nusantara. Padahal di 2019 ke 2020 itu turun jauh karena COVID-19. Begitu kami adakan lomba ini langsung naik, karena apa, karena yang kami buat adalah lomba yang latar belakangnya destinasi-destinasi wisata,” ujar Soumena pula.
Baca juga: Destinasi Wisata Liang jadi pilihan warga untuk libur Idul Adha
Baca juga: Dispar Maluku siapkan informan wisata bagi turis Sail to Indonesia


Pewarta: Winda Herman
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2023