Bengaluru (ANTARA) - Saham-saham Inggris dibuka lebih rendah pada Selasa, melanjutkan penurunan sesi sebelumnya karena kekhawatiran akan kondisi makro yang lebih ketat mengurangi sentimen, sementara pengecer fesyen ASOS mencapai level terendah dalam lebih dari dua bulan setelah melaporkan hasil dan prospek yang suram.

ASOS terpangkas 1,5 persen karena pengecer fesyen daring tersebut melaporkan penurunan penjualan kuartal keempat sebesar 15 persen dan mengatakan pendapatan semester kedua diperkirakan berada di bawah kisaran panduannya.

Secara umum, indeks saham-saham unggulan atau blue-chips FTSE 100 yang berfokus secara internasional turun 0,1 persen karena kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga yang berkepanjangan.

Indeks saham-saham berkapitalisasi sedang atau mid-caps FTSE 250 yang lebih berorientasi domestik merosot 0,4 persen, terbebani oleh penurunan Close Brothers sebesar 4,3 persen. Perusahaan perbankan tersebut mengatakan hasil keuangannya selama setahun penuh dipengaruhi secara signifikan oleh ketentuan terkait Novitas.

Di sisi cerah, A.G. Barr bertambah 2,7 persen setelah pembuat Irn-Bru itu membukukan kenaikan laba semester pertama, dibantu oleh kuatnya permintaan untuk campuran koktail, minuman ringan, dan kenaikan harga produknya.

Baca juga: Saham Asia turun karena imbal hasil obligasi AS di titik tertingginya
Baca juga: Wall Street raih keuntungan karena investor amati prospek suku bunga
Baca juga: Minyak tergelincir, prospek suku bunga tinggi lampaui pasokan terbatas

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2023