Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan semua pihak untuk segera turun ke sawah atau percepatan tanam sebagai upaya meningkatkan produksi pangan demi mencapai swasembada pangan.

“Saudara sekalian, Merah Putih memanggil kita semua. Segera turun ke sawah memastikan pertanaman, kita tidak bisa menunda lagi,” kata Amran saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi bersama kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota di Jakarta, Sabtu.

Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa tidak ada waktu untuk ditunda lagi dalam mempercepat proses tanam. Lebih dari 700 pejabat pertanian dari seluruh Indonesia hadir dalam rapat tersebut untuk mendengarkan arahan dan strategi yang akan diterapkan.

Amran juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian dalam mengejar target pertanaman. Dia menekankan perlunya bersinergi untuk menutup defisit produksi yang terjadi pada tahun sebelumnya akibat fenomena alam El Nino yang berkepanjangan.

Dalam upaya memastikan kelancaran proses tanam, Amran juga mendorong penggunaan sistem pompanisasi di lahan pertanian. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air dan mempercepat proses pertumbuhan tanaman.

“Merah putih memanggil kita semua. Segera turun ke sawah memastikan pertanaman dan lakukan pompanisasi,” ucap Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mentan juga berharap bendungan dan embung yang dapat dipompa segera lakukan, khususnya yang ada si Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

“Kami siapkan pompa. Kami harapkan segera memulai percepatan tanam. Saat ini Tim Satgas Darurat Pangan telah terbentuk dan turun ke lapangan,” tutur Amran.

Menurutnya dengan adanya komitmen dan kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan target swasembada pangan Indonesia dapat tercapai dalam waktu yang lebih cepat dan efisien. Semua pihak diharapkan dapat bersatu dalam menjawab panggilan "Merah Putih" untuk memperkuat ketahanan pangan negara.

Kementerian Pertanian menggalakkan program pompanisasi sungai untuk 1 juta hektare di 500 ribu hektare lahan wilayah Pulau Jawa, dan 500 ribu hektare lahan di luar Pulau Jawa. Selain itu optimalisasi lahan sehingga mampu menambah produksi.

“Kami meminta gunakan padi gogo atau padi ladang. Saat ini optimasi lahan rawa juga kita perkuat. Ayo kita gandengan tangan turun ke sawah, merah putih memanggil,” tutur Amran.

Amran optimistis bila hal tersebut dilakukan, maka Indonesia akan lolos dari ancaman krisis pangan dan membantu negara lain di dunia.

“Terakhir saya mengucapkan selamat bekerja dan bagi yang Muslim selamat memasuki bulan suci Ramadhan,” tutup Amran.

Baca juga: Kementan siapkan lahan Sumsel jadi penyangga pangan demi tekan impor
Baca juga: Mentan dorong peningkatan produksi pangan lahan rawa di Sumsel
Baca juga: Kemendagri ungkap "reforma agraria" bisa tangani permasalahan tanah


Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2024