Jakarta (ANTARA News) - BlackBerry mengeluarkan produk terbarunya, BlackBerry Z30, ponsel dengan layar 5 inci untuk menjawab keinginan konsumen atas kebutuhan smartphone yang memiliki layar besar.

"Setelah melakukan riset kepada pengguna, kemana arahnya konsumen, menunjukkan bahwa konsumen di dunia dan Indonesia semakin banyak membutuhkan  Smartphone dengan layar lebar, untuk itu Blackberry meluncurkan Z30 dengan layar lebar," kata Maspiyono Handoyo, Managing Director Blackberry Indonesia, pada peluncuran BlackBerry Z30 di Ritz-Carlton, Pacific Place Jakarta, Selasa.

Ardo Fadhola, Manager Produk BlackBerry Asia Tenggara, membenarkan bahwa kini konsumen lebih menyukai ponsel dengan layar yang besar berdasarkan data riset yang dimiliki perusahaan perusahaan ponsel pintar asal Kanada ini.

"Potensi (ponsel dengan layar 5 inci) cukup besar, kita melihat saat ini ada kebutuhan ke arah sana, banyak 
konsumen yang memberi masukan kepada kami bahwa mereka membutuhkan layar yang lebih besar untuk menikmati BlackBerry experience," kata Ardo Fadhola Manager Produk BlackBerry Asia Tenggara, Selasa (19/11).

Ponsel pintar BlackBerry Z30 dirancang dengan teknologi layar 5 inci Super AMOLED terbaru yang memberikan penggunanya pengalaman untuk menikmati segala sesuatunya dengan lebih besar, cerah dan jelas.

BlackBerry Z30 juga dilengkapi prosesor 1,7 GHz dengan grafik QuadCore sehingga aktivitas browsing dan kebutuhan pekerjaan maupun hiburan menjadi lebih cepat dan nyaman.

"Kenapa prosesor itu penting, karena untuk memfasilitasi para pengguna yang suka bermain game, nonton film sehingga experience-nya lebih kaya dan lebih baik," tambah Ardo.

Berkaca dari konsumen dan penurunan harga ponsel pintar, Ardo mengatakan bahwa penurunan harga BlackBerry sejauh ini merupakan hal yang biasa terjadi dalam industri ponsel pintar.

"Kita melihat itu sebagai sesuatu hal yang natural, kita kemarin baru saja announce penurunan harga Q10 dan Q5 dan itu cukup natural," tambahnya.

Selain itu dalam setahun terakhir BlackBerry cenderung mengeluarkan produk kategori high-end namun pihak BlackBerry tidak menutup kemungkinan akan memproduksi ponsel untuk jenis low-end.

"Dulu BlackBerry awal-awalnya memang premium, karena complete experience hanya bisa didapat dengan produk yang premium...namun Q5 salah satu yang kita keluarkan untuk middle segment dan bukan tidak mungkin nanti kita akan keluarkan produk untuk entry level," kata Ardo.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013