New York (ANTARA News) - Kurs euro melemah terhadap dolar pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Dana Moneter Internasional (IMF) kembali mendesak Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengambil tindakan guna mencegah deflasi.

Kepala ekonom IMF Olivier Blanchard mengatakan tindakan itu diperlukan "segera", menyebutkan bahwa ECB sudah mengkaji pilihan-pilihanya, demikian seperti dilaporkan AFP.

"Mereka sedang mempertimbangkan sejumlah langkah (termasuk) suku bunga negatif, pelonggaran kuantitatif, program sekuritisasi berbagai sumber," katanya kepada wartawan pada peluncuran laporan "World Economic Outlook" IMF.

"Saya pikir mereka akan mempertimbangkan semua itu, dan saya tahu bahwa ECB sedang memperhatikan hal itu," katanya. "Dan kami berharap bahwa mereka akan segera menerapkannya, mereka secara teknis siap untuk melakukannya ... Cepat lebih baik daripada terlambat."

Hal itu membantu mendorong euro lebih rendah. Pada pukul 21.00 GMT (Rabu pukul 04.00 WIB), euro berdiri di 1,3797 dolar, dibandingkan pada Senin sore yakni 1,3740 dolar.

Sementara yen meningkat tajam terhadap greenback dan euro, dibantu oleh komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda bahwa tidak ada stimulus baru diperlukan pada saat ini, menurut Kathy Lien dari BK Asset Management.

"Dengan menghilangnya kemungkinan pelonggaran moneter dalam waktu dekat, pernyataan gubernur mengirim Nikkei dan tingkat dolar AS/yen Jepang melemah tajam," katanya.

Dolar jatuh menjadi 101,75 yen dari 103,09 yen dan euro turun menjadi 140,44 yen dari 141,65 yen.

Sementara itu, pound Inggris naik menjadi 1,6749 dolar dari 1,6603 dolar, dan dolar merosot menjadi 0,8832 franc Swiss dari 0,8878 franc.

(A026)


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014