Sidoarjo (ANTARA News) - Satu lagi korban tewas akibat ledakan pipa gas PT Pertamina di tol Porong-Gempol pada Rabu (22/11) malam lalu, Jumat (24/11) siang sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan, sehingga total korban tewas yang sudah diketemukan menjadi 11 orang. Korban terakhir yang diketemukan adalah Haryo, karyawan PT Adi Karya. Identitas korban diketahui oleh beberapa teman almarhum yang membantu tim SAR dalam pencarian menggunakan ponton dilengkapi eskavator. "Kami yakin ini jasad Haryo, karena sepatu dan jam tangannya sama seperti yang biasa dikenakan Haryo," ungkap Letkol (Inf) Soejono, Koordinator Evakuasi Korban Ledakan Pipa Gas, menirukan ucapan teman alm Haryo. Letkol (Inf) Soejono yang juga Kasi Intel Korem 084 Bhaskara Jaya, menjelaskan bahwa saat ditemukan di sekitar lokasi ledakan di dekat pusat semburan lumpur panas, kondisi jasad Haryo nyaris sudah tidak dapat dikenali lagi. "Haryo adalah pria asal Jombang yang masih bujang. Ini tadi saya beberapa kali menerima telepon dari tunangannya di Jombang," tuturnya. Saat ini, jasad Haryo dibersihkan di kamar mayat RSUD Sidoarjo. Selanjutnya, menunggu keluarganya dari Jombang. Sesuai informasi lapangan, menurut Soejono, kini tinggal satu korban yang belum ditemukan, yaitu Rudi Tri Hariadi, warga Blok B/II No.33 Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I, Sidoarjo. Rudi adalah tetangga Kapten (Inf) Affandi, Danramil Balongbendo yang juga tewas dalam peristiwa ledakan pipa gas Pertamina tersebut. Sebelumnya, Jumat (24/11 ) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dua jenazah ditemukan, yaitu Danramil Taman, Sidoarjo, Kapten (Inf) Hendro dan seorang karyawan PT Karya Guna Bangun, Dodik. Kedua mayat itu diketemukan di lokasi berdekatan di sisi jalan tol yang terendam lumpur di dekat sebatang pohon akasia yang terbakar. Seperti diberitakan bahwa korban tewas akibat ledakan pipa gas Pertamina itu semula ditemukan tujuh orang. Pada Kamis (23/11) malam ditemukan lagi satu mayat, yakni Stefanus Prasetyo, petugas dari PT Jasa Marga yang semasa hidupnya bertugas mengatur kelancaran arus lalu lintas di jalan tol Surabaya-Gempol.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2006