Kemenperin bantu petani minyak atsiri Solok

Kemenperin bantu petani minyak atsiri Solok

Seorang pekerja menutup tempat pengukusan akar wangi dalam proses penyulingan menjadi minyak atsiri di sentra pengolahan akar wangi Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (5/7). Hasil minyak atsiri di Kab, Garut setiap tahunnya mencapai 50-60 ton dan sebagian besar untuk diekspor ke sejumlah negara. (ANTARA/Feri Purnama)

Solok (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian memberikan bantuan berupa alat penyulingan minyak Atsiri kepada petani di Kota Solok, Sumatera Barat.

Alat tersebut selanjutnya diserahkan oleh Wali Kota Solok, Irzal Ilyas, kepada kelompok tani Nilam Sari yang merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang pertanian di Kelurahan Tanah Garam, Senin (1/6).

Bantuan yang didapatkan tersebut, merupakan tanggapan dari proposal bantuan yang disampaikan oleh kelompok tani Nilam Sari melalui dinas Pertanian daerah setempat kepada Dirjen IKM kementrian Pertanian RI, kata Wali Kota di Solok, Selasa.

"Budidaya tanaman nilam agar dapat lebih ditingkatkan lagi, sebab memproduksi minyak nilam merupakan sebuah usaha yang menjanjikan yang akan dapat meningkatkan kesejahteraan pelakunya," katanya.

Ia mengatakan, dengan keseriusan yang berkelanjutan dari Dinas Pertanian Kota Solok dalam memberikan pembinaan terhadap masyarakat petani, budi daya tanaman Nilam hingga sampai kepada proses penyulingannya akan berpotensi dan berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah itu.

"Dengan adanya perhatian pemerintah, Industri Kecil dan Menengah (IKM) akan mampu berperan secara signifikan dalam struktur industri nasional," katanya.

Dan melalui penciptaan lapangan kerja yang merupakan dampak dari program tersebut, angka pengangguran dan angka kemiskinan akan dapat dikerucutkan, salah satu contoh pengembangan minyak Atsiri, katanya.

Ia mengatakan, dalam rangkuman kebijakan industri nasional terdapat beberapa komoditas IKM yang dikembangkan, salah satunya adalah minyak atsiri. "Kita ketahui bersama bahwa minyak atsiri merupakan komoditas unggulan nasional yang diekspor kemancanegara," katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Solok akan terus berupaya dalam mengembangkan lapangan usaha yang berorientasi kepada penciptaan lapangan kerja. Adapun sasaran dari program yang telah dilaksanakan tersebut adalah untuk menjadikan sebuah wadah untuk mendukung Kota Solok sebagai kota perdagangan dan jasa.

Berdasarkan dari hal tersebut, katanya, Pemkot Solok mengimplementasikannya melalui bantuan, bimbingan teknis dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia pelaku IKM, terutama pada komoditas minyak atsiri, melalui pelaksanaan pelatihan GMP Minyak Atsiri, yang telah dilaksanakan pada April 2015.

Dalam kesempatan lain, kepala Dinas Pertanian Solok, Jefrizal, mengatakan, pengembangan dan pengolahan minyak atsiri merupakan langkah strategis dalam memacu pertumbuhan perekonomian daerah.

Selain dapat meningkatkan kesempatan kerja, katanya meningkatkan nilai tambah dan daya saing, pembudidayaan tanaman nilam, juga merupakan sebuah upaya untuk memproduktifkan lahan tidur yang ada di  daerah setempat.

Dan sebelumnya, instani yang dipimpinnya itu juga telah melakukan program pembudi dayaan tanaman serai wangi, dan hal hasil dari pengolahan Serai wangi tersebut telah mempu menerobos pasar nasional, katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar