DKI terima penghargaan atas kepedulian terhadap alzheimer

DKI terima penghargaan atas kepedulian terhadap alzheimer

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sejauh ini, sudah ada fasilitas yang kami bangun, di antaranya taman lansia serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan penghargaan atas dukungan dan kepeduliannya terhadap berbagai kegiatan peningkatan kesadaran penyakit alzheimer (penurunan daya ingat dan kemampuan mental).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Executive Director Alzheimers Disease International Marc Wortmann kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam acara Worlds Alzheimer Day 2015 di Balai Kota DKI.

"Kami menyambut baik penghargaan ini. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan untuk mewujudkan hal tersebut," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki bersama dengan Marc Wortmann dan Executive Director Alzheimers Indonesia DY Suharya serta sejumlah jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI juga membacakan deklarasi Jakarta sebagai kota ramah demensia dan lansia.

Deklarasi tersebut berbunyi "bersama kita wujudkan Jakarta ramah demensia dan lansia, ayo lawan pikun!"

"Sejauh ini, sudah ada fasilitas yang kami bangun, di antaranya taman lansia serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Selain itu, kami juga berencana membangun vila werda di Ciangir, Tangerang," ujar Basuki.

Pada kesempatan yang sama, Executive Director Alzheimers Disease International Marc Wortmann menuturkan Jakarta harus berupaya agar konsisten dalam mewujudkan sebagai kota ramah demensia dan lansia.

"Kami mengapresiasi bapak gubernur yang telah memfasilitasi berbagai sosialisasi kesadaran penyakit alzheimer dengan menginstruksikan jajarannya untuk membuat Jakarta sebagai kota yang ramah demensia dan lansia," tutur Marc.

Sementara itu, Executive Director Alzheimers Indonesia DY Suharya mengungkapkan pada tahun ini, Jakarta memasukkan materi sosialisasi penyakit alzheimer dalam masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) siswa SMP dan SMA.

"Selain itu juga melakukan sosialisasi kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah menghadapi masa pensiun, serta memasang video tentang gejala-gejala alzheimer di berbagai videotron. Kami berharap sosialisasi mengenai alzheimer dapat meningkatkan kepedulian masyarakat," kata Suharya.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar