Mengintip sisi lain tugas polisi

Mengintip sisi lain tugas polisi

Suasana Jakarta Metropolitan Police Expo 2016 di Gandaria City, Jakarta, Jumat (8/4) (ANTARA News/ Nanien Yuniar )

Jakarta (ANTARA News) - Polisi tak hanya bertugas mengatur lalu lintas atau menyelesaikan kasus kriminal di masyarakat, itulah yang menjadi tujuan penyelenggaraan Jakarta Metropolitan Police Expo 2016 di Gandaria City. 

Dalam pameran yang berlangsung pada 8-10 April, pengunjung diajak memahami berbagai bidang pekerjaan polisi yang selama ini bisa jadi belum banyak diketahui masyarakat. 

"Kita lebih dekat dengan masyarakat, terus masyarakat familier dengan tugas-tugas polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal pada Antara News saat ditemui di area pameran, Jumat. 

Setiap booth yang mewakili satuan kerja polisi memamerkan alat-alat yang dipakai mereka dalam bertugas. Booth Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) punya beberapa tugas yang meliputi kedokteran forensik, kesehatan masyarakat dan kesehatan internal personel Polda Metro Jaya. 

"Salah satu tugas kami adalah mengidentifikasi jenazah korban bencana massal," kata Bintara Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Lia Anggrainy. 

Biddokkes juga bertugas mengotopsi jenazah kasus pidana, memeriksa kesehatan tahanan, mendeteksi dini narkoba juga mengecek keamanan makanan dari bahan berbahaya seperti zat arsenik dan formalin. 

Di booth INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), ada alat pendeteksi sidik jari yang bisa dicoba para pengunjung. 

Cukup menyentuhkan sidik jari di jempol dan telunjuk, identitas si pemilik sidik jari akan terpampang di alat yang menyimpan data penduduk dari e-KTP.  Alat ini dapat berfungsi untuk membantu mengidentifikasi korban atau pelaku. 

Sementara itu, booth Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) memamerkan alat pendeteksi kebohongan yang beroperasi dengan cara memantau kondisi pernafasan dada, pernafasan perut, kelenjar keringat dan tekanan darah si pelaku. 

Pameran ini juga mempromosikan penerimaan anggota Polri yang dibuka hingga 30 April 2016. 

Para pengunjung juga dapat membeli merchandise bertuliskan "Turn Back Crime" dalam bentuk polo shirt, kemeja, jaket, pemantik api hingga jam tangan. 

Ajang ini pun dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan diri berfoto dengan para polisi berseragam variatif.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Awal tahun, Polres Malang amankan 23 pelaku kejahatan jalanan

Komentar