Universitas Telkom gandeng dua universitas terkemuka Ukraina

Universitas Telkom gandeng dua universitas terkemuka Ukraina

Universitas Telkom Gandeng Dua Universitas Ukraina Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kyiv National University of Taras Shevchenko dengan Universitas Telkom, Kyiv, (26/04/2016).Rektor KNU Taras Shevchenko, Prof. Dr. Leonid Hubersky, Wakil Rektor, Prof. Petro Bekh, Ph.D, Direktur Pascasarjana Universitas Telkom, Dade Nurjanah, Ph.D, disaksikan oleh Dubes RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie. (KBRI Kyiv)

Jakarta (ANTARA News) - Universitas Telkom Bandung (Tel-U) menyepakati kerja sama pendidikan dengan dua universitas terkemuka di Ukraina, yakni Universitas Aviasi Nasional (NAU) dan Universitas Nasional Kyev (KNU) Taras Shevchenko.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama Tel-U dan KNU Taras Shevchenko dilakukan di kampus KNU Taras Shevchenko pada Rabu waktu setempat oleh Rektor KNU Taras Shevchenko Prof. Dr. Leonid Huberskiy yang disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Georgia dan Republik Armenia, Niniek Kun Naryatie, demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta.

Sementara sebelumnya pada Selasa (26/4) delegasi Tel-U yang diwakili Direktur Pascasarjana dan Pendidikan Tingkat Lanjutan Dade Nurjanah Ph.D beserta tenaga pengajar Florita Diana Sari M.A bertemu sejumlah perwakilan NAU yang diakhiri penandatangan dokumen kesepakatan oleh Rektor NAU Prof. Dr. Volodymyr Kharchenko.

Langkah awal realisasi kerja sama Tel-U dengan NAU berupa konferensi internasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Kyev, sedangkan KNU Taras Shevchenko pada Juni 2016 akan mengirimkan salah seorang dosennya ke Tel-U perwujudan pertukaran dosen dan materi akademik selama tiga bulan.

Selain konferensi internasional, pertukaran dosen dan materi akademik, kerja sama Tel-U dengan kedua universitas juga meliputi antara pertukaran informasi, pertukaran jurnal akademik dan publikasi lain, riset bersama serta pertukaran mahasiswa.

Dubes Niniek memuji langkah inovatif Tel-U menggandeng kedua universitas terkemuka Ukraina tersebut, sebab menurut dia kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia kampus tidak lepas dari jejaring kerja sama internasional antar perguruan tinggi sebagai sumber penghasil ilmu.

"Apalagi kalau sumber ilmu itu berasal dari sebuah negara yang belum banyak dikenal Indonesia, yang memiliki keunggulan-keunggulan khusus dibandingkan kebanyakan univestas klasik Eropa Barat lainnya yang selama ini jadi incaran kalangan akademisi Indonesia," kata Dubes Niniek.

Lebih lanjut Niniek mengutarakan bahwa sebagai salah satu pecahan adinegara, Uni Soviet, Ukraina mewarisi teknologi industri berat dan kualitas sumber daya manusia yang baik didukung tradisi riset, nilai-nilai dan sistem pendidikan berkualitas yang belum banyak diketahui kalangan akademisi Indonesia.

NAU merupakan universitas negeri yang meskipun mengusung nama aviasi namun tidak membatasi lingkupnya dalam pendidikan kedirgantaraan semata, namun juga memiliki fakultas di bidang teknik baik itu komputer maupun TI, hubungan internasional, hukum, ekonomi dan ilmu-ilmu budaya.

Universitas yang didirikan pada 1933 itu memiliki tradisi riset mengakar di bidang teknologi penerbangan, radar dan TI.

NAU pada 2017 akan membuka jurusan baru yakni Bahasa-Bahasa Sastra Ketimuran dan berencana memasukkan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah satu program studinya.

Prodi tersebut, sudah lebih dulu ada di KNU Taras Shevchenko sejak 2012 dengan menggandeng KBRI Kyev, yang dilanjutkan pendirian Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia pada 2015.

KNU Taras Shevchenko juga salah satu universitas penerima bantuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berupa bantuan pengajar Bahasa Indonesia dalam program Skema Pertukaran dan Mobilitas Akademis - Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau SAME-BIPA.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Robot pemberi disinfeksi otomatis karya TEL-U dan LIPI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar