Menpar sambut baik dihidupkannya kembali pelabuhan pariwisata Ampenan

Menpar sambut baik dihidupkannya kembali pelabuhan pariwisata Ampenan

Pekerja berjalan di samping deretan pipa penyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sedang diperbaiki di Terminal BBM Ampenan, Mataram, NTB, Senin (29/6/15). Data Terminal BBM Ampenan menunjukkan konsumsi BBM selama Ramadan di Pulau Lombok sebanyak 3.500 kiloliter per hari dan solar 250 kiloliter per hari sementara terminal BBM tersebut menyediakan premium 3.517 kiloliter per hari dan solar 4.749 kiloliter per hari. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Kawasan ini dianggap sangat ideal untuk menyandarkan kapal-kapal pesiar."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik rencana menghidupkan kembali Pelabuhan Ampenan di Mataram, NTB, sebagai pelabuhan pariwisata yang mempermudah turis mancanegara dari Bali menyeberang ke NTB.

"Lombok akan lebih hidup," katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu, soal rencana menghidupkan kembali Pelabuhan Ampenan.

Ia mengatakan menghidupkan kembali pelabuhan yang memiliki puluhan kota tua di Mataram dengan sentuhan pariwisata itu mengingatkan soal amenitas pusat cafe dan restoran seperti Bukit Bintang Kuala Lumpur, Malaysia.

"Benchmark dari sana untuk mengambil market gaya hidup Timur Tengah, yang cafenya buka malam sampai pagi. Ada pelabuhan, dilengkapi dengan amenitas itu," katanya.

Pelabuhan Ampenan merupakan pelabuhan pertama di Pulau Lombok, NTB, yang telah ada sejak masa kolonial Belanda dan memiliki puluhan bangunan kuno di tepi laut.

Saat ini ada investor dari Pulau Bali yang bergerak pada usaha jasa kapal pesiar yang sudah menyatakan kesiapan dan kesanggupannya membangun pelabuhan wisata di Pelabuhan Ampenan.

Disebutkan bahwa Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan rencananya pihak investor itu mulai melakukan pembangunannya pada tahun ini.

Menurut dia ada banyak permintaan wisatawan man canegara yang menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi sejumlah destinasi di Lombok.

Ampenan juga dinilai sebagai titik yang pas, tak butuh waktu lama untuk menyeberang dari Bali. Penyeberangan dari Karang Asem, Bali, ke Ampenan bisa ditempuh dalam waktu hanya satu jam.

Sementara bila menyeberang dari Pelabuhan Padangbae, Bali, hingga Lembar, NTB, bisa memakan waktu sekitar lima jam.

Permintaan wisawan mancanegara dengan kapal pesiar untuk mampir ke Lombok, terutama asal Eropa, cukup tinggi, sehingga mengundang investor membangun pelabuhan di kawasan Ampenan.

"Kawasan ini dianggap sangat ideal untuk menyandarkan kapal-kapal pesiar," katanya.

Ampenan dulunya memang merupakan pelabuhan sebelum dipindah ke Lembar di Lombok Barat.

Saat memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau. Ada deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampa. Kota tua Ampenan juga menjadi saksi bisu masa kejayaan dan keemasan Ampenan sebagai armada pelabuhan, pusat perkonomian dan perdagangan.

Pemkot Mataram mendukung rencana menghidupkan kembali pelabuhan dengan konsep wisata.

Pemkot siap membangun lahan parkir, ruang tunggu, sarana air bersih, serta informasi dan transportasi yang bisa terkoneksi antara Ampenan-Senggigi dan objek wisata lain, termasuk menata pedagang kaki lima (PKL).

Untuk penataan itu, Wali Kota sudah meminta Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat mengalokasikan anggaran dalam APBD perubahan tahun ini.

Pewarta: Budi Setiawanto
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar