Pamekasan (ANTARA News) - Mahasiswa muslim dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Orang Muda Katolik dan Pemuda Umat Kristiani menggalang tanda tangan di area Monumen Arek Lancor setempat, mendukung KH Abdurrahman Wahid sebagai pahlawan nasional.

"Kegiatan ini sengaja kami gelar untuk mendukung agar Gus Dus ditetapkan sebagai pahlawan nasional," kata Ketua PMII Pamekasan Miftahul Munir dalam keterangan persnya kepada media, Kamis siang.

Aksi penggalangan tanda tangan melibat ormas litas agama ini dilakukan, karena Gus Dus merupakan salah satu tokoh plularisme, yang memiliki pemikiran ke-Islam-an modern dan menjadi penggerak modernisme di Indonesia.

Presiden Ke-4 RI itu, tercatat sebagai penggerak pemikiran Islam modern di Indonesia bersama sejumlah tokoh lainnya, seperti Dawan Raharjo, Ahmad Wakid, Mukti Ali dan Nurcholish Madjid.

Pimpinan Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul Romo Fadjar Tedjo Soekarno yang juga hadir dalam aksi penggalangan tanda tangan mendukung Gus Dur sebagai pahlawan nasional itu, menyatakan, pemikiran Gus Dur tentang pluralisme harus diapresiasi, karena sebagai tokoh pemersatu bangsa.

Ia mengatakan, konsep pluralisme tokoh pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama itu memiliki peran panting dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan yang terdiri dari beragam agama dan aliran kepercayaan.

"Maka menjadi penting pula adanya apresiasi atas pemikiran plural Gus Dus ini untuk ditanamkan kepada masyarakat, agar menjadi pondasi kokoh bagi keutuhan bangsa di negeri ini," katanya, menambahkan.

Sementara, Ketua PMII Pamekasan Munir mengatakan, aksi penggalangan tanda tangan itu, untuk 1001 tanda tangan, dan nantinya akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bentuk aspirasi, agar Gus Dur bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Pewarta: Abd Aziz
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2016