Korem 063/SGJ gelar lomba burung berkicau Hari Pahlawan

Korem 063/SGJ gelar lomba burung berkicau Hari Pahlawan

Ilustrasi. Lomba Burung Berkicau. Sejumlah peserta mengikuti lomba burung berkicau di Limo, Depok, Jawa Barat, Minggu (27/9/2015). Perlombaan yang diikuti ratusan pecinta burung kicau se-Jabodetabek tersebut selain memperebutkan hadiah jutaan rupiah, juga sebagai ajang silaturahmi dan bertukar informasi mengenai perawatan burung kicau. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Lomba tersebut diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, golongan, suku dan agama yang bersatu dalam komunitas kicau mania."
Cirebon (ANTARA News) - Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat, menggelar lomba kicau burung "Danrem Cup II" dalam rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2016 dan diikuti 700 peserta.

Danrem 063/SGJ Kol Inf Bahram di Cirebon, Senin, mengatakan lomba yang dikemas dalam ajang "Danrem Cup II" diikuti lebih dari 700 peserta kicau mania di wilayah Cirebon dan sekitarnya, pihaknya berharap momen hari pahlawan menjadi momentum untuk mempersatukan bangsa ini dengan berbagai cara.

"Anggota kicau mania yang tersebar di wilayah Cirebon terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan latarbelakang yang berbeda, namun mereka disatukan oleh hobi yang sama dan ini juga dalam rangka memperingati hari Pahlawan Nasional," katanya.

Ia menuturkan kegiatan itu adalah sebagai wahana silaturrahmi antara prajurit Korem dengan masyarakat khususnya kicau mania sehingga memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

"Lomba tersebut diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, golongan, suku dan agama yang bersatu dalam komunitas kicau mania," tuturnya.

Ia menambahkan hobi tidak hanya kegiatan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat, namun hobi juga merupakan sarana yang efektif untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa.

"Kegiatan penyaluran hobi seperti ini dapat terus diselenggarakan oleh berbagai pihak, karena dengan adanya hobi yang sama akan dapat menyatukan perbedaan yang ada, secara tidak langsung hobi merupakan salah satu alat pemersatu bangsa," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu sensitif dengan berpikir jernih.

Sebelum bertindak kita harus berpikir jernih, sehingga apa yang kita lakukan tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan negeri ini.

"Akhirnya kita akan menyesal, karena tindakan kekerasan tidak ada gunanya," katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar