Lombok Timur (ANTARA News) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Amin mengajak segenap pengurus dan anggota Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) proaktif mencegah radikalisme.

Mencegah radikalisme itu dapaty dilakukan dengan cara menyosialisasikan bahaya radikalisme bagi keselamatan dan keamanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kata Muhammad Amin ketika membuka seminar dan halal bihalal Pergunu di Aula STIT NU Danger Kabupaten Lombok Timur, Sabtu.

Wagub menegaskan, radikalisme bukan merupakan bagian dari Islam, agama yang mengutamakan kedamaian dan toleransi. Karena itu, ia mengapresiasi langkah NU secara regional dan nasional bahkan hingga tingkat internasional telah menolak keras dan mengecam radikalisme.

Namun demikian, kepada para Guru NU, sebagai bagian dari Guru di Republik ini, Wagub, meminta untuk terus melakukan langkah langkah preventif agar tidak ada ruang lagi bagi masuknya pengaruh paham radikal tersebut terhadap generasi muda.

Sebab guru, kata Amin, memiliki peran yang sangat penting sebagai penjaga moral bangsa.

Dihadapan para peserta yang hadir, Wagub Amin menyebut Pergunu sebagai organisasi terbesar kedua setelah PGRI. Karenanya, ia mengajak kepada semua anggota Pergunu di Kabupaten Lombok Timur untuk membesarkan nama NU di NTB, dengan selalu berpegang pada ilmu assunah waljanah.

Di sisi lain, Wagub juga menyampaikan kesyukurannya bahwa masyarakat di seluruh pelosok NTB tetap aman dan tentram sehingga pembangunan NTB dapat berjalan dengan baik.

"Itu juga berkat dukungan dan peran serta bapak dan ibu guru," ucap Wagub.

Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan oleh para guru selama ini. Sebab, menurutnya, guru merupakan ujung tombak yang membentuk kepribadian manusia dari kecil sampai dewasa.

"Maka dari itu, kepribadian bangsa ini pada masa depan, ditentukan pula oleh komitmen para guru dalam menjalankan perannya sebagai pembentuk karakter generasi muda," kata Amin.

Ia mengajak para tokoh tokoh NU untuk bersama sama membangun NTB melalui medan tugas dan fungsi masing masing.

(U.KR-NIA/A013)

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017