BRI luncurkan layanan untuk pekerja Indonesia di Malaysia

BRI luncurkan layanan untuk pekerja Indonesia di Malaysia

Arsip Foto. Calon tenaga kerja Indonesia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (9/11), untuk melakukan perjalanan menuju tempat kerja mereka di perkebunan kelapa sawit di Negeri Sabah, Malaysia. (ANTARA FOTO/M Rusman)

Kuala Lumpur (ANTARA News) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur pada Minggu meluncurkan Kartu Pekerja Indonesia-Malaysia (KPIM), layanan perbankan untuk tenaga kerja Indonesia di negara itu.

Dalam hal ini, Bank BRI akan menerbitkan KPIM yang dapat digunakan para pekerja migran Indonesia di Malaysia untuk mendapat layanan seperti menabung, serta menggunakan ATM dan e-banking BRI.

"KPIM juga dapat digunakan oleh pekerja Indonesia di Malaysia sebagai identitas TKI dan informasi terkait ketenagakerjaan mempermudah dalam kepentingan KBRI di Malaysia," kata Direktur Utama Bank Indonesia Suprajarto di sela peluncuran yang digelar dalam Pesta Rakyat 2017 di Taman Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur.

Kartu ini tidak hanya diperuntukkan bagi TKI yang sudah berdomisili di Malaysia saja, namun para calon tenaga kerja Indonesia yang sedang mempersiapkan keberangkatan ke Malaysia juga bisa memiliki kartu tersebut.

"Ini adalah salah satu bentuk komitmen Bank BRI untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan para TKI," kata Suprajarto.

"Kami merasa selama ini para pekerja migran kurang terlayani oleh sektor keuangan, atau memiliki akses yang terbatas terhadap layanan keuangan. Mereka terutama membutuhkan sarana untuk mengirim uang secara aman, cepat dan murah dari tempat kerja ke rumah, yang mungkin terletak di daerah terpencil, terdepan dan terluar Indonesia," ia menjelaskan.

Suprajarto menambahkan dengan jaringan yang tersebar dan terbesar di Indonesia BRI optimistis mampu menjembatani penyaluran dana dari para pekerja migran ke keluarga mereka di kampung halaman.

"Dengan KPIM, TKI di Malaysia dapat menyimpan gaji secara aman, mengirim uang kepada keluarga di kampung halaman secara teratur setiap bulan, dapat bertransaksi perbankan dimana pun melalui e-banking dan bahkan dilengkapi dengan asuransi kesehatan, kecelakaan kerja dan asuransi jiwa," katanya.

Malaysia merupakan negara yang menjadi tujuan dan tempat kerja banyak warga Indonesia. Hingga akhir Juni 2017, sebanyak 1,8 juta dari sekitar 3,4 juta tenaga kerja Indonesia di luar negeri berada di Malaysia.

Pada 2016, para pekerja Indonesia di Malaysia memberikan devisa Rp30,5 triliun bagi negara.

"Melihat sumbangsih para TKI bagi perekonomian Indonesia, sudah sepatutnya menjadi kewajiban bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperhatikan keberadaan dan kesejahteraannya. Dengan menerbitkan KPIM, Bank BRI memberikan rasa aman, perlindungan dan nilai tambah untuk kesejahteraan TKI di Malaysia," kata Suprajarto.

Dengan 10.656 unit kerja operasional, 280.565 jaringan kerja e-channel, dan 52 mitra bisnis pengiriman uang,  BRI menyatakan siap memberikan pelayanan remitansi bagi keluarga pekerja Indonesia di Tanah Air.

Selain itu agen laku pandai Bank BRI, BRILink, yang jumlahnya 104.935 agen siap membantu masyarakat melakukan transaksi perbankan.

Bank BRI menjadi sponsor acara Pesta Rakyat 2017 yang dihadiri oleh ratusan TKI yang berada di Malaysia.

Kegiatan tersebut disemarakkan oleh berbagai rangkaian acara, di antaranya ceramah agama oleh Ketua Umum Nahdatul Ulama Prof Dr K.H. Said Aqil Siroj MA, pertunjukan pencak silat, perlombaan bowling, bulu tangkis dan tenis meja, serta penampilan artis dangdut Cita Citata.

Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana hadir dalam Pesta Rakyat 2017" dan peluncuran KPIM di Taman Tasik Titiwangsa itu.

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar