Trump dorong Saudi pilih Wall Street untuk IPO Aramco

Trump dorong Saudi pilih Wall Street untuk IPO Aramco

Arsip Foto. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (ka) memberikan Collar of Abdulaziz Al Saud Medal kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Royal Court di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (20/5/2017). (REUTERS/Jonathan Ernst )

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong Arab Saudi untuk memilih Wall Street sebagai tempat penawaran saham publik perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan minyak raksasanya, Aramco, pada 2018.

Trump mengatakan kepada para reporter di pesawat Air Force One yang menuju ke Tokyo pada Sabtu bahwa dia telah berbincang dengan Raja Arab Saudi selama penerbangan, mengatakan dia "ingin mereka mempertimbangkan" bursa efek Amerika Serikat.

"Saya tahu mereka mempertimbangkan London, saya tahu mereka melihat yang lain, mereka mungkin mempertimbangkan negara mereka sendiri, mereka punya pasar saham yang jauh lebih kecil," kata Trump.

"Oleh karena itu saya ingin mereka mempertimbangkan Bursa Efek New York atau NASDAQ," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

IPO Aramco diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan menggalang pendapatan sekitar 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1,34 kuadriliun) bagi kerajaan itu.

Aramco, yang mengendalikan aset energi sangat besar Arab Saudi, berencana memperjualbelikan hampir lima persen sahamnya di pasar saham.

Pernyataan Trump mengenai Aramco disampaikan menyusul unggahan dalam Twitter resminya dari Hawaii menjelang tur Asianya: "Akan sangat menghargai kalau Arab Saudi melakukan IPO Aramco dengan New York Stock Exchange. Penting bagi Amerika Serikat!"

Rencananya Arab Saudi akan melaksanakan penawaran saham publik perdana Aramco pada paruh kedua 2018 di pasar saham Arab Saudi dan bursa internasional. Bursa di New York dan London mengincar bisnis itu.

CEO Aramco Amin Nasser mengatakan dalam wawancara dengan televisi CNBC pada Oktober bahwa arena pendaftaran saham "akan dibahas dan disampaikan pada waktunya."

Arab Saudi mencatatkan defisit 200 miliar dolar AS dalam tiga tahun fiskal karena harga minyak terus merosot. (mu)


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Lolos dari sidang pemakzulan, ancaman pidana mengintai Trump

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar