counter

Pengelola GBK jamin keamanan listrik Asian Games

Pengelola GBK jamin keamanan listrik Asian Games

Arsip - Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta setelah renovasi yang menelan biaya sebesar Rp769 miliar. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA News) - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Senayan, Jakarta, menjamin keamanan jaringan listrik serta jaringan telekomunikasi selama penyelenggaraan Asian Games 2018 terutama ketika upacara pembukaan dan penutupan.

"Iya, aman sekali untuk listrik dan telekomunikasi. Semua arena pertandingan di GBK sudah dipersiapkan sesuai dengan aturan yang harus dipenuhi dalam Asian Games," kata Direktur Utama PPK GBK Winarto di Jakarta, Jumat.

Keamanan jaringan listrik dan telekomunikasi itu dibutuhkan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) untuk kelancaraan bidang penyiaran menyusul aturan hak siar dari Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Winarto menjelaskan insiden panel listrik yang terbakar di Hall Basket GBK saat penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games pada 10 Februari 2018 merupakan kecelakaan menyusul penggunaan jaringan kabel sementara.

"Kecelakaan panel listrik di Hall Basket terjadi karena semula penyelenggaraan kejuaraan bola basket berlangsung di Stadion Istora Senayan dan bukan di Hall Basket," katanya.

PPK GBK lantas menyediakan Hall Basket sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan uji coba cabang bola basket tanpa persiapan dukungan kabel listrik yang memadai untuk penggunaan pendingin ruangan (air conditioner).

"Akibat kabel listrik yang kurang sesuai dengan kebutuhan peralatan, kabel menjadi panas dan keluar asap. Setelah kejuaraan uji coba itu, kami membuat jaringan kabel listrik yang lebih permanen dan aman jika sewaktu-waktu Hall Basket kembali dipakai," kata Winarto.

Baca juga: INASGOC minta jaminan listrik-akses telekomunikasi untuk Asian Games

Sebelumnya, INASGOC meminta jaminan penyediaan listrik dan jaringan telekomunikasi untuk penyiaran kepada dua perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara dan Telkom.

"Kami masih khawatir soal jaminan listrik dan telekomunikasi terutama saat upacara pembukaan dan penutupan. Kami khawatir setelah kejadian panel listrik yang terbakar di arena bola basket saat penyelenggaraan kejuaraan uji coba," kata Direktur Penyiaran INASGOC Linda Wahyudi.

Jaminan penyediaan listrik dan jaringan telekomunikasi yang tidak terputus itu, menurut Linda, dibutuhkan para pelaku penyiaran Asian Games Ke-18 terutama stasiun-stasiun televisi yang telah mempunyai hak siar.

Sementara, PLN Transmisi Jawa Bagian Barat telah meresmikan pengoperasian gardu induk gas insulated switchgear tegangan ekstratinggi (GISTET) di Kembangan, Jakarta Barat, guna mendukung penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018.

"Peresmian pengoperasian GISTET ini untuk menjamin pasokan listrik Jakarta dan dalam rangka menghadapi ajang bergengsi bagi Indonesia yakni Asian Games 2018," kata General Manager PLN Transmisi Jawa Bagian Barat Trino Erwin.

Trino menambahkan pekerjaan IBT 1 GISTET Kembangan dimulai tahapan desain pada Agustus 2017, konstruksi September 2017, dan selanjutnya mulai beroperasi pada 10 Maret 2018.

Baca juga: INASGOC antisipasi sarana siaran langsung Asian Games
 

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar