Wall Street jatuh di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok

Wall Street jatuh di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok

IHSG ditutup Melemah Seorang perempuan mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/11). IHSG ditutup turun sebesar 46,8 poin atau 0,93 persen di posisi 4.987,42 meski Wall Street menguat pada penutupan perdagangan hari ini. (ANTARA FOTO/OJT/Adimas Raditya)

New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok membebani pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 287,26 poin atau 1,15 persen, menjadi ditutup di 24.700,21 poin. Indeks S&P 500 berakhir turun 11,18 poin atau 0,40 persen, menjadi 2.762,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 21,44 poin atau 0,28 persen, menjadi ditutup di 7.725,59 poin.

Kerugian tiga digit Dow, terutama dipimpin oleh penurunan saham Boeing dan Caterpillar. Saham Boeing dan Caterpillar masing-masing jatuh 3,84 persen dan 3,62 persen, pada penutupan pasar. Kedua saham tersebut sensitif terhadap ketegangan perdagangan, karena mereka memiliki sebagian besar bisnis di luar negeri.

Sementara itu, saham produsen chip AS Nvidia dan Qualcomm masing-masing turun 1,86 persen dan 0,84 persen.

Di bidang ekonomi, "housing starts" atau rumah baru yang dibangun yang dimiliki secara pribadi pada Mei berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,350 juta unit, tingkat tertinggi sejak Juli 2007.

Angka tersebut 5,00 persen di atas perkiraan April yang direvisi sebesar 1,286 juta unit, dan 20,3 persen di atas tingkat Mei 2017, Departemen Perdagangan melaporkan pada Selasa (19/6).

Izin mendirikan bangunan pada Mei berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,301 juta, 4,6 persen di bawah tingkat April yang direvisi sebesar 1,364 juta.

Sementara itu, penyelesaian pembangunan perumahan pada Mei berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,291 juta unit, 1,9 persen di atas perkiraan April yang direvisi sebesar 1,267 juta unit, menurut data yang sama. Demikian dilansir Xinhua.

Baca juga: Dolar AS melemah setelah Trump kenakan tarif impor pada Tiongkok

Baca juga: WNI anggap Tiongkok lebih berpengaruh dibanding AS

Baca juga: Pengamat dari Tiongkok perkirakan Trump tidak fokus pivot Asia

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar