counter

Kalbar diharapkan jadi lumbung pangan nasional

Kalbar diharapkan jadi lumbung pangan nasional

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Momon Rusmono (tengah). (istimewa)

Saat ini Kalbar sudah surplus terutama untuk beras dan tren pertumbuhan terus meningkat.
Kubu Raya, Kalbar,(ANTARA News) - Kepala Badan SDM Pertanian Kementerian Pertanian  Momon Rusmono mengatakan Kalbar memiliki potensi yang besar dalam bidang pangan dan dengan hal itu pemerintah pusat berharap Kalbar menjadi lumbung pangan nasional.

 "Saat ini Kalbar sudah surplus terutama untuk beras dan tren pertumbuhan terus meningkat. Pemerintah pusat mendorong dan berharap Kalbar menjadi lumbung pangan nasional," ujarnya saat melakukan gerakan percepatan tambah luas tanam di Sungai Kakap, Kubu Raya, Kamis.

 Menurut dia, harapan penuh ke Kalbar dan beberapa daerah lainnya sebagai lumbung pangan nasional karena saat ini di pulau Jawa luas tanam dan panen mengalami stagnan.

 "Secara umum juga hingga saat ini delapan bulan terakhir Kalbar tidak ada rapor merah. Apa-apa yang ditarget dicapai dengan baik," papar dia.

 Bentuk perhatian pemerintah pusat dan mendukung harapan yang ada dari segi anggaran untuk Kalbar sangat mendukung daerah.

 "Posisi Kalbar dari produksi berada ke -13 se - Indonesia. Namun dari sisi keberpihakan anggaran posisi Kalbar berada ke lima," jelas Momon.

 Pada kesempatan itu, ia mendorong semua pihak terus sinergis dan solid baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

 "Bahkan hingga ke UPT dan penyuluh yang ada. Bagi penyuluh perlu diingat kesuksesannya berada pada kesejahteraan petani. Dengan petani sejahtera berarti penyuluh berhasil. Keluarannya lagi pangan nasional terwujud," jelas dia.

 Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Heronimus Hero menyambut baik dan mengapresiasi Kementerian Pertanian memberikan perhatian penuh untuk kemajuan pangan Kalbar.

 "Dengan perhatian yang ada kami akan memaksimalkan lagi. Kalbar saat ini sudah surplus beras. Namun kami tidak ingin hanya surplus biasa tapi harus surplus luar biasa," jelas dia.

Pada kesempatan itu ia mengajak semua pihak terutama petani untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Gerakan percepatan tambah luas tanam ditandai penanaman padi secara simbolis dari berbagai pihak baik dari unsur pemerintah pusat, provonsi dan kabupaten, TNI serta kelompok tani di daerah itu sendiri.


Baca juga: Kementan memanfaatkan lahan rawa mewujudkan lumbung pangan
Baca juga: Mentan: Jepara diusulkan jadi lumbung pangan

Pewarta: Dedi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar