Enam rumah di Bekasi hangus terbakar akibat korsleting listrik

Enam rumah di Bekasi hangus terbakar akibat korsleting listrik

Arsip Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa api saat terjadi kebakaran di kawasan permukiman penduduk, di Cipinang Muara, Jakarta, Senin (21/5/2018). Puluhan rumah permanen dan semi permanen di kawasan itu ludes terbakar, sementara penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bekasi (ANTARA News) - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sebanyak enam rumah di Kompleks Pusbinal Margajaya, Bekasi Selatan hangus terbakar, Sabtu dini hari, akibat korsleting listrik.

"Peristiwa ini berlangsung pada pukul 01.00 WIB. Keenam bangunan yang terbakar seluruhnya rumah tinggal," kata Kadisdamkar Kota Bekasi Aceng Solahudin di Bekasi.

Menurut dia, sebanyak enam rumah yang terbakar ada di lingkungan perkampungan Kompleks Pusbinal Jalan Letjend. Sarbini RT002 RW001 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi.

"Apinya dengan cepat merambat ke rumah nomor 6, 7, 8, 9, 10, 11 di lingkungan setempat karena hembusan angin yang cukup kencang," katanya.

Aceng mengatakan kepulan asap kali pertama diketahui oleh anak dari salah satu korban bernama Anggi Handini sewaktu tidur di kamar tengah.

Anggi selanjutnya memberitahukan peristiwa itu kepada orang tuanya yang sedang tiduran di ruang tengah.

"Setelah korban dan keluarganya keluar rumah, dilihat api dari samping kanan rumahnya di bagian belakang dan api sudah cepat membakar rumahnya dan samping kiri dan kanannya," katanya.

Selanjutnya korban menghubungi pemadam kebakaran yang datang 1 jam kemudian.

"Kurang lebih lima unit Damkar kami kerahkan dan api berhasil di padamkan jam 02.30 WIB," katanya.

Aceng memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi dipredikisi mencapai milliaran rupiah.

"Diduga api berasal dari korsleting listrik di rumah kosong nomor 7," katanya.

Kasus tersebut saat ini dalam penanganan Kepolisian Sektor Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar