Qatar investasi 500 juta dolar untuk pariwisata Indonesia

Qatar investasi 500 juta dolar untuk  pariwisata Indonesia

Suasana kawasan wisata pantai Mandalika, Praya, Lombok, NTB, Jumat (13/4/2018). Pantai Mandalika yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas nasional ini, memiliki daya tarik berupa pantai sepanjang 14,6 km yang membentang dari barat hingga ujung timur Pantai Tanjung Aan dengan keunikan pasir putihnya menyerupai biji merica. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Jakarta  (ANTARA News) - Qatar akan menginvestasikan 500 juta dolar AS untuk pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya di lima destinasi wisata prioritas.

Komitmen itu tertuang dalam penandatanganan kerja sama yang ditandatangani oleh CEO Qatar Investment Authority (QIA) Sheikh Abdulla bin Mohammed bin Saud Al-Thani dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Rabu.

"Tadi kami tandatangani kerja sama investasi 500 juta dolar AS. Sebagai awal mereka akan bangun hotel bintang lima di Mandalika (NTB)," kata Luhut.

Ia menjelaskan, QIA berkomitmen untuk ikut berinvestasi mengembangkan sejumlah destinasi wisata prioritas di Indonesia. Mereka ingin bisa ikut berinvestasi mambangun hotel hingga pengembangan bandara

"Mereka ingin masuk di 10 destinasi Bali baru. Tapi saya sarankan masuk ke lima tujuan saja dulu yang sedang kami siapkan sekarang," jelasnya.

Lima destinasi wisata itu yakni Danau Toba, Banyuwangi, Labuan Bajo, Borobudur dan Mandalika.

Selain komitmen investasi di bidang pariwisata, Luhut menjelaskan negara dari kawasan Timur Tengah itu ingin berinvestasi di bidang pertanian dan perikanan di Kalimantan Tengah.

Qatar juga berminat untuk membuka penerbangan langsung ke Banda Aceh sekaligus membangun akuakultur di Sabang.

"Mereka minta ke Banda Aceh. Kita tawarkan bangun akuakultur di Sabang mereka mau. Jarak mereka dari Doha itu cuma lima jam makanya mereka mau," katanya.

Dari sektor pertahanan, Qatar juga menyampaikan keinginan untuk investasi pembangunan kapal, perahu karet untuk tentara khusus hingga pembuatan peluru.

Menurut Luhut, nota kesepahaman itu merupakan tindak lanjut dari pembicaraan kedua negara sejak beberapa bulan sebelumnya.

Sheikh Abdulla bin Mohammed bin Saud menaruh harapan besar terhadap komitmen kerja sama itu.

"Rencana Indonesia untuk membangun dan mengembangkan industri kepariwisataannya menjadi peluang menarik bagi kami untuk memperkuat portofolio investasi kami di seluruh dunia, khususnya di bidang pariwisata. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk mengidentifikasi dan mengembangkan proyek yang akan semakin menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata utama dunia," katanya.

Baca juga: Kemenpar ajak masyarakat voting destinasi terbaik Indonesia
Baca juga: Destinasi wisata unggulan Indonesia dipromosikan di Vietnam

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Penjelasan Luhut Binsar terkait karantina wilayah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar