Meriahnya lomba layang-layang kreasi di Pantai Bayeman

Meriahnya lomba layang-layang kreasi di Pantai Bayeman

Warga main layangan sambil menunggu waktu berbuka puasa di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/5/2018). Pantai Teluk Palu yang terletak di jantung Kota Palu dan menjadi salah satu ikon wisata di Palu itu ramai dikunjungi warga untuk bersantai dan di bulan Ramadan ini banyak warga yang menghabiskan waktu untuk menunggu saat buka puasa. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Cuaca memang kurang mendukung hari ini, tapi itu tidak mempengaruhi jalannya lomba...
Tulungagung (ANTARA News) - Ratusan pengunjung objek wisata Pantai Bayeman dan Gemah, Kabupaten Tulungagung, menyaksikan kemeriahan lomba layang-layang kreasi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai rangkaian perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan Indonesia, Minggu.

Wisatawan tak hanya menonton dari pinggir pantai. Sebagian mendekat untuk berswafoto dekat layang-layang kreasi aneka rupa yang dimainkan oleh sekitar 130 peserta dri berbagai daerah.

Meski panitia kerap kali meminta untuk menjauh dari arena perlombaan, warga dan pengunjung tetap antusias menonton kegiatan itu hingga usai sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kegiatan ini digelar oleh Pemprov Jatim untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus memperkenalkan objek wisata Pantai Bayeman dan Gemah," kata Ketua Persatuan Pelayang Tulungagung (Petung) di Tulungagung, Hadi Subani.

Lomba itu digelar sejak pukul 09.30 WIB. Ada tiga kategori yang dilombakan tersebut, yakni kategori layang bapangan dan kreasi, layang-layang dua dimensi serta kategori tiga dimensi yang biasanya berbentuk "train naga".

Sayang cuaca saat gelaran lomba kurang mendukung. Kecepatan angin naik-turun sehingga sebagian besar layang-layang tidak bisa mengudara secara maksimal.

Kalaupun sempat naik, mayoritas layang-layang kembali turun dalam hitungan menit.

"Cuaca memang kurang mendukung hari ini, tapi itu tidak mempengaruhi jalannya lomba. Setiap layang-layang yang dilombakan tetap dinilai berdasar hasil kreasi, cara naik dan kestabilan saat di udara," kata Hadi.

Hadi menambahkan, sebenarnya dalam kondisi cuaca bersahabat, embusan angin di area Pantai Bayeman memadai untuk menerbangkan berbagai jenis layang.

Baik itu bapangan tradisional, dua dimensi, maupun train dragon atau tiga dimensi.

Namun semua tidak bisa diterka karena semua tetap bergantung alam. "Layangan para peserta pun masih bisa terbang, kendati harus ditarik hingga bibir pantai," katanya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Widarto mengatakan pemilihan Pantai Bayeman yang berada satu area dengan Pantai Gemah ini memang sudah direncanakan sejak tahun lalu.

Ia beralasan, lokasi ini mendukung kegiatan yang membutuhkan area luas. "Lokasi ini memang cocok untuk kegiatan ini," katanya.

Widarto menambahkan, Pantai Gemah dan sekitarnya memang bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Namun semua harus dikomunikasikan lebih lanjut hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun Perhutani selaku pemilik lahan.

Mengingat, potensi besar yang tersimpan ini harus dimaksimalkan untuk menggerakkan roda perekonomian warga sekitar.

"Pantai ini bisa menjadi destinasi wisata andalan kabupaten ini jika bisa terus dimaksimalkan," kata Widarto.

Baca juga: Ratusan layangan mengudara di kawasan Tanah Lot
Baca juga: Melongok pembuatan layang-layang tradisional Bali
Baca juga: Benang layangan ganggu aliran listrik

 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

MCS yang menjangkau layangan BPJS hingga ke pelosok pegunungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar