Ini bukti jualan susu sapi murni menjanjikan

Ini bukti jualan susu sapi murni menjanjikan

Ilustrasi. Peternak menyetorkan susu sapi ke pos penampungan susu di Pujon, Malang, Jawa Timur. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bersama Kementerian Pertanian serta Otoritas Jasa Keuangan menggenjot program Akselerasi Inklusi Pada Sektor Pangan (Aksi Inklusi) yakni dengan mempermudah akses pembiayaan kepada peternak sapi perah dengan kredit lunak berbunga murah. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Pasalnya di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebut belum ada usaha susu sapi murni/sapi perah sebagaimana di Pulau Jawa
Banjarmasin (ANTARA News) - Pengamat bisnis di Kalimatan Selatan, Syamsuddin Hasan berpendapat, berjualan susu sapi murni di provinsinya cukup menjanjikan dan memberikan masa depan yang baik.

Dia mengemukakan pendapatnya itu di Banjarmasin, Sabtu, dengan menunjuk salah satu contoh penjual susu murni di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut.

"Penjual susu murni di bilangan Jalan A Yani kilometer lima Banjarmasin tersebut tiap hari menjual jenis minuman yang berasal dari sapi perah itu rata-rata 40 liter," katanya.

Untuk memenuhi konsumennya, terutama di "kota seribu sungai" Banjarmasin, penjual susu sapi murni tersebut mengaku, mendatangkan komoditas itu dari Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

Pasalnya di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebut belum ada usaha susu sapi murni/sapi perah sebagaimana di Pulau Jawa.

Penjual susu sapi murni itu mendatangkan barang dagangannya tiap dua hari sekali dengan menggunakan cargo jasa angkutan udara minimal sebanyak 80 liter.

Sementara harga jual susu sapi murni di Banjarmasin per gelas (ukuran 309 mililiter (ml) Rp10.000, yang berarti volume usaha tersebut per hari minimal Rp1,2 juta dengan asumsi komoditas itu terjual 40 liter per hari.

"Dengan volume usaha yang cukup baik itu, tidak mengherankan penjual susu sapi murni tersebut berani menyewa rumah dan toko (ruko) sebesar Rp100 juta per tahun," kata Syamsuddin Hasan.

Baca juga: Soal susu, peternak jangan khawatir
Baca juga: Produksi susu segar bakal melonjak dengan Perpres

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar