counter

Pelajar SMA deklarasi anti-tawuran

Pelajar SMA deklarasi anti-tawuran

ilustrasi tawuran (ANTARA News /Andre Angkawijaya)

Kendari, (ANTARA News) - Ratusan pelajar yang merupakan perwakilan dari seluruh SMA Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar deklarasi damai anti-tawuran dan kekerasan bertempat di SMKN 2 Kendari, Senin.

Kegiatan ini dilakukan usai aksi tawuran yang melibatkan beberapa pelajar SMA di daerah itu beberapa hari lalu.

Kegiatan itu disaksikan oleh Sekretaris Dinas PK Sultra, La Sidale, Kapolres Kota Kendari, AKBP Jemi Junaidi dan para kepala sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Kota Kendari, Ruslan, dalam kesempatan itu mengatakan deklarasi yang dilakukan para siswa itu merupakan upaya yang dilakukan sebagai bentuk nyata dari upaya untuk meminimalisasi tawuran antarpelajar.

"Dengan kegiatan ini, mereka akan memiliki tanggungjawab moral dan bisa mengambil langkah untuk menolak kekerasan," katanya.

Adapun beberapa poin penting yang disepakati dalam deklarasi itu yakni pertama menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan yang maha esa, musyawarah mufakat dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang harmonis.

Poin berikutnya, menyatukan visi dan misi menjaga ketentraman, keamanan, dan kenyamanan antar sesama SMA/SMK/MA se-Kota Kendari, kemudian menjunjung tinggi nilai kedamaian dan menghargai perbedaan dalam ikatan persaudaraan diantara sesama siswa.

Poin selanjutnya menolak dengan keras segala tindakan kekerasan dan tawuran antar siswa dalam bentuk dan alasan apapun juga, menolak dengan keras segala tindakan premanisme dan provokasi yang dilakukan oleh pihak luar.

Selanjutnya, menjaga ketertiban dan keamanan serta nama baik sekolah di manapun berada, menghentikan secara permanen untuk tidak melakukan perbuatan anarkis, dan meminta kepada aparat kepolisian agar menangkap dan menindak tegas penyebar berita hoaks dan memberi sanksi sesuai hukum yang berlaku.*

Baca juga: Siswa gadungan di Kendari ditangkap bawa busur

Baca juga: KPAI tegaskan akar masalah tawuran harus diurai

 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar