Pekanbaru (ANTARA News) - Jumlah titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera pada Rabu melonjak menjadi 80 dari hanya 13 titik pada Selasa sore (25/9) menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG Stasiun Pekanbaru, data citra satelit yang diperbarui pukul 06.00 WIB menunjukkan titik panas paling banyak ada di Provinsi Riau (38) disusul Lampung (21), dan Sumatera Selatan (10).

Selain itu ada masing-masing tiga titik panas di Kepulauan Riau dan Jambi, dua titik panas di Bangka Belitung, serta masing-masing satu titik panas di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno mengatakan titik panas Riau mayoritas ada di Indragiri Hilir (Inhil), yang memiliki 36 titik panas, dan dua titik panas lainnya ada di Kabupaten Pelalawan.

"Ada 32 titik yang keakuratannya di atas 70 persen berada di Inhil, dan satu titik di Pelalawan," katanya.

Sementara peluang hujan masih rendah di sebagian wilayah Riau menurut BMKG. Pada Rabu pagi sebagian daerah berawan dengan potensi hujan ringan terjadi di sebagian Kabupaten Rohil, Rohul, Kampar, Kuansing dan sebagian Kota Pekanbaru. Selanjutnya cuaca cerah berawan dari siang sampai malam hari.

BMKG memprakirakan suhu udara wilayah ini 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 45 sampai 97 persen, dan angin bertiup dari Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 09 sampai 27 km/jam.

Baca juga: Sumatera tanpa titik panas sore ini
Baca juga: Harrison Ford: Paris Agreement tergantung Hutan Sumatera
 

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018