Saham Qantas rontok, saat Bursa Australia ditutup anjlok

Saham Qantas rontok, saat Bursa Australia ditutup anjlok

Ilustrasi: Pesawat Perusahaan Penerbangan asal Australia, QANTAS-A380 sedang perbaikan di Changi, Singapura. (REUTERS/Tim Chong)

"...para investor Australia mungkin merasa sedikit lega bahwa mereka tidak jatuh sekeras beberapa pasar lain"
Sydney (ANTARA News) - Pasar saham di Bursa Australia berakhir dengan penurunan tajam pada perdagangan Kamis, menandai sesi perdagangan yang merah di seluruh sektor, mencerminkan kerugian regional.

Pada penutupan, indeks acuan S&P/ASX 200 kehilangan 166 poin atau 2,74 persen menjadi 5.883,8 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas merosot 170,4 poin atau 2,77 persen menjadi 5.993,4 poin.

Kepala strategi pasar CMC Markets and Stockbroking, Michael McCarthy mengatakan ini adalah "hari yang sangat merusak di seluruh wilayah ... dalam arti bahwa para investor Australia mungkin merasa sedikit lega bahwa mereka tidak jatuh sekeras beberapa pasar lain."

Tetapi, kata dia, lonjakan besar volume, peningkatan besar dalam volatilitas, dan fakta bahwa sebagian besar pasar-pasar ini akan ditutup sangat dekat dengan titik terendah mereka, menunjukkan bahwa penjualan belum berakhir dan kita bisa melihat kerusakan lebih lanjut terjadi.

Sektor yang terpapar pertumbuhan, mereka yang memiliki valuasi tinggi dan mereka yang memiliki eksposur internasional adalah yang paling terpukul, dengan teknologi informasi menjadi pemain terburuk, katanya.

"Energi mengikuti di belakang, meskipun menderita pukulan ganda dari sikap negatif terhadap saham dan penurunan tajam harga minyak. Saham kesehatan yang memiliki eksposur internasional dan valuasi tinggi juga terpukul sangat parah," tambah McCarthy.

Tak satu pun dari sektor-sektor utama berakhir di hijau, dengan hanya utilitas dan properti, "dengan eksposur sangat domestik", yang positif. Saham-saham emas naik, mungkin mencerminkan "safe haven yang mendominasi perdagangan di sini dan di seluruh wilayah."

 "Volume yang jauh lebih besar dari biasanya adalah pertanda buruk ketika kita melihat pergerakan sebesar ini. Ini menunjukkan bahwa ada komitmen nyata untuk menjual, dan sekali lagi menunjukkan bahwa kita cenderung melihat penjualan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang," katanya.

Angka inflasi AS mendatang dan musim pelaporan perusahaan AS mulai berayun membentuk beberapa peristiwa "dalam 36 jam ke depan yang dapat mengubah pasar, atau memperburuk keadaan."

Bank-bank besar berakhir lebih rendah, dengan ANZ jatuh 3,24 persen, Commonwealth Bank kehilangan 2,86 persen, National Australia Bank merosot 2,55 persen dan Westpac merosot 2,56 persen.

Raksasa pertambangan BHP Billiton jatuh 3,8 persen dan saingannya Rio Tinto turun 3,23 persen. Woodside Petroleum merosot 3,63 persen serta raksasa minyak dan gas Santos anjlok 5,56 persen.

Jaringan supermarket Woolworths merosot 1,07 persen dan Wesfarmers jatuh 3,06 persen.

Operator penerbangan nasional Qantas turun 3,80 persen, raksasa telekomunikasi Telstra merosot 3,12 persen dan kelompok biomedis CSL turun 3,29 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.


Baca juga: IHSG ditutup anjlok 117,84 poin terimbas pelemahan bursa global
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar