counter

Nobar "Impian 1000 Pulau" bantu perbaiki lingkungan Kepulauan Seribu

Nobar "Impian 1000 Pulau" bantu perbaiki lingkungan Kepulauan Seribu

Gubernur Lions Club Distrik 307-A1 Silvyana Murni (tengah) bersama jajaran lions club usai menonton bareng film "Impian 1000 pulau" di Jakarta, Senin. (istimewa)

Jakarta, (ANTARA News) - Kalingga, sebuah kelompok filantropis yang berada di bawah Lion Club Indonesia, mengadakan nonton bersama (nobar) film "Impian 1000 Pulau" di berbagai daerah  untuk membantu mengumpulkan dana bagi perbaikan lingkungan di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Pada Senin pagi Kalingga Lion Club mengadakan nobar film "Impian 1000 Pulau" bersama 500 siswa-siswi madrasah Al Fakhiriyah, di sebuah bioskop di wilayah Jakarta Barat dan sore harinya dengan siswa Khadijah Islamic School di sebuah bioskop di Jakarta Pusat.

"Impian 100 Pulau" mengisahkan tentang seorang anak nelayan yang bercita-cita menjadi pembuat film. Sang ayah tidak setuju karena menganggap itu usaha yang sia-sia. 

Film yang mengajak para generasi muda untuk lebih mencintai bangsa Indonesia ini digarap oleh pelajar SMA, menggunakan dana sumbangan dari berbagai pihak.

Siti Sholeha Sari (17) yang masih duduk di bangku SMA itu berhasil menciptakan sebuah film yang bertujuan untuk mempromosikan wisata khususnya di Kepulauan Seribu.
Selain mengedukasi para penontonnya dengan film, para generasi muda ini juga mempromosikan aneka kuliner untuk memajukan industri pariwisata kepulauan seribu.

Baca juga: Kisah di balik "Film Impian 1000 Pulau"

Eksekutif produser Ivone Zakaria menjelaskan, tujuan pembuatan film untuk mencari dana yang akan digunakan membantu memperbaiki lingkungan dan usaha masyarakat Kepulauan Seribu.

"Hasil dari pengumpulan dana itu akan kita gunakan untuk mengembangkan usaha masyarakat. Di sana ada berbagai olahan kuliner yang kita coba angkat. Kita pernah membawa koki dari hotel bintang lima untuk mengajari masyarakat memasak tanpa menggunakan penyedap," katanya.

Selain itu, menurut dia, dari setiap penonton yang menyaksikan film berarti telah menyumbangkan satu batang pohon mangrove, yang akan ditanam di pesisir pantai Kepulauan Seribu.

"Target kami 1 juta pohon. Jadi harapannya akan ada sejuta penonton yang menyaksikan film ini," tambah Ivone.

Gubernur Lions Club Distrik 307-A1 Silvyana Murni menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan produser film "Impian 1000 Pulau" untuk membantu usaha warga penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Menurut dia, saat ini ada 362 klub di bawah Lion Club Indonesia yang akan digerakan untuk menonton film ini. 

"Kepulauan Seribu bagian dari Jakarta. Kita harus punya keperdulian. Mangrove harus tumbuh, tidak boleh ada pengeboman ikan, kita didik masyarakat untuk mengolah makanan sehat," katanya.

Presiden Kalingga Lion Club Tjut Syahna mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan tersebut untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Kepulauan Seribu.

"Kalau Singapura punya Sentosa Island, kita punya Kepulauan Seribu, salah satu tujuan wisata yang dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Bali Baru. Kita bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mendorong masyarakat tidak menggunakan hairspray dan sedotan plastik. Ini adalah pengabdian organisasi," ujarnya.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar