counter

IBL

Erick berharap kisah Kristian Liem di SM tak seperti Melo dan Rockets

Erick berharap kisah Kristian Liem di SM tak seperti Melo dan Rockets

Presiden Satria Muda Pertamina Erick Thohir (kedelapan kanan) bersama pemain Satria Muda pada perayaan hari jadi ke-25 tim basket Satria Muda di Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11/2018). Dalam acara tersebut Satria Muda meluncurkan kostum baru untuk musim 2018/2019. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (ANTARA News) - Pemilik klub Satria Muda (SM) Pertamina Erick Thohir berharap kisah rekrutan baru timnya, Kristian Liem, tidak mengulangi cerita penuh tanda tanya yang tengah dijalani bintang Liga Bola Basket Amerika Serikat (NBA), Carmelo Anthony, bersama Houston Rockets belakangan ini.

Melo, demikian sapaan akrab Anthony, saat ini nasibnya bersama Rockets diliputi ketidakjelasan karena tim dikabarkan mempertimbangkan untuk membatalkan kontraknya dan ia sudah dua pertandingan terakhir absen lantaran "sakit".

Padahal, Melo baru berlabuh ke Rockets pada musim panas lalu setelah ia ditukarkan oleh Oklahoma City Thunder ke Atlanta Hawks dan ia membeli sendiri kontraknya di Hawks demi bisa bergabung bersama James Harden dan Chris Paul serta mantan pelatihnya Mike D'Antoni di Houston.

"Situasi Melo terjadi karena tim merasa ada ketidakcocokan. Ini yang harus dipastikan, penting bagi Kristian untuk menyatu dengan Satria Muda," ujar Erick ketika ditemui di Jakarta, Rabu (14/11) malam.

Baca juga: SM maksimalkan pemain lawas di musim baru

Kristian, yang saat ini masih berjibaku untuk memulihkan diri dari cedera, bergabung dengan SM menjelang bergulirnya IBL musim 2018-2019 setelah kontraknya di Stapac Jakarta berakhir.

SM mendatangkan center berusia 24 tahun itu untuk membantu pos big man skuat yang ditinggalkan center andalan mereka di beberapa musim terakhir, Christian "Dodo" Ronaldo Sitepu. Dodo memutuskan pensiun usai IBL musim 2017-2018.

"Kami perlu pemain tinggi setelah kehilangan Dodo. Kami berharap Kristian Liem dapat tampil tahun depan atau musim berikutnya, dan langsung menyesuaikan gaya bermainnya dengan pola Satria Muda," tutur Erick.

Satria Muda sudah menetapkan 17 pemain untuk IBL 2018-2019 meski belum diumumkan secara resmi. Dua dari daftar tersebut merupakan pemain berdarah Amerika Serikat yaitu Dior Lowhorn dan pemain naturalisasi Jamarr Andre Johnson. Dior dan Jamarr merupakan pemain penting di SM ketika mereka meraih juara di IBL 2017-2018.

Selain mereka, ada pula pemain debutan yang direkrut melalui jalur IBL Draft, Kelvin Sanjaya. Kelvin pun diminta Erick untuk dapat menunjukkan performa terbaik.

"Mudah-mudahan Kelvin mampu bersaing dengan senior-seniornya," tutur Erick.

IBL 2018-2019 dimulai dengan penyelenggaraan Seri I yang berlangsung pada 30 November-2 Desember 2018 di Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: SM tandai usia 25 tahun dengan film

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar