counter

Wapres terima Direktur Eksekutif Global Compact PBB

Wapres terima Direktur Eksekutif Global Compact PBB

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Direktur Eksekutif Global Compact Persatuan Bangsa-bangsa (UN Global Compact) Lise Kingo di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (16/11/2018). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

agar tujuan pembangunan dunia dapat berjalan selaras dengan jaringan bisnis lokal

Jakarta  (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Direktur Eksekutif Global Compact Persatuan Bangsa-bangsa  Lise Kingo di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan tersebut, Lise Kingo menyampaikan maksudnya kepada Wapres Kalla untuk menggaet sejumlah perusahaan lokal di Indonesia supaya turut bergabung dalam pakta UN Global Compact  tersebut.

"Saya senang bisa bertemu Wapres hari ini, untuk menjelaskan kepada beliau tentang UN Global Compact, yang merupakan lembaga inisiator di bidang bisnis berkelanjutan terbesar di dunia," kata Lise Kingo usai menemui Wapres JK di Istana Wapres Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan lembaganya tersebut merupakan pakta PBB tidak mengikat, yang berfungsi menggerakkan bisnis perekonomian di seluruh dunia, untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

"Jadi, kami menggerakkan bisnis perekonomian di seluruh dunia, untuk menciptakan agar tujuan pembangunan dunia dapat berjalan selaras dengan jaringan bisnis lokal," katanya

Selama beberapa hari terakhir di Indonesia, Lise Kingo telah menghadiri Festival Filantropi Indonesia di JCC Senayan, bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa terkait perkembangan bisnis di Indonesia.

"Saya sudah melihat bagaimana di Indonesia, agenda tujuan pembangunan berkelanjutan itu telah berjalan, dan bagaimana mitra kami bekerja dan berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Indonesia Global Network, yang merupakan lembaga mitra UN Compact Global, Y.W. Junardy mengatakan kegiatan lembaga internasional PBB tersebut bertujuan untuk memasarkan 10 prinsip global compact.

"Kami menggalang kegiatan dari swasta, bisnis, LSM (NGO) dan universitas dalam rangka memasarkan dan mengarusutamakan prinsip 'global compact' menyangkut hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan dan antikorupsi," kata Junardy. 

Baca juga: Modalku menangkan "Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge" dari Badan PBB
Baca juga: Indonesia-PBB peringati "UN Day" Ke-73

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar