counter

IEF: konektivitas kunci tingkatkan pembangunan

IEF: konektivitas kunci tingkatkan pembangunan

Pendiri Indonesia Economic Forum Shoeb Kagda tengah memandu diskusi dengan Gita Wirjawan dalam diskusi panel di Jakarta, Rabu (21/11/2018). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

konektivitas digital tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, tetapi nilai keuntungan yang dihimpun dapat mencapai 11 miliar dolar AS dalam kurun waktu 2020-2030
Jakarta, (Antara) - Pendiri “Indonesia Economic Forum” (IEF) Shoeb Z Kagda menegaskan bahwa konektivitas merupakan kunci bagi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam sambutannya pada diskusi panel yang diadakan di Jakarta, Rabu, Shoeb menyebutkan, konektivitas yang dimaksud tidak hanya infrastruktur fisik seperti jembatan, jalan, atau bandara, tetapi juga konektivitas digital.

Keterhubungan bidang digital mutlak dipenuhi pemerintah, mengingat perekonomian global saat ini dibangun oleh teknologi, diantaranya kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, hingga penggunaan drone (kamera terbang), khususnya untuk menghimpun informasi dalam skala besar dan waktu singkat.

Pemerintah Indonesia, menurut Shoeb, berhasil menjaga angka pertumbuhan ekonomi tetap stabil, tetapi negeri ini masih cukup tertinggal dibanding negara lain dalam kesiapan adaptasi teknologi, pembangunan infrastruktur digital, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia menambahkan, konektivitas digital tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, tetapi nilai keuntungan yang dihimpun dapat mencapai 11 miliar dolar AS dalam kurun waktu 2020-2030.

Baca juga: Kemenperin: Penerapan revolusi industri 4.0 butuh konektivitas yang kuat
Demi mencapai keterhubungan bidang digital, Shoeb menyampaikan pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan yang terkoneksi dengan kebutuhan industri, membangun rencana pengembangan infrastruktur ICT (informasi, komunikasi, teknologi) komprehensif, dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Peningkatan daya saing, menurut Shoeb dapat dilakukan salah satunya melalui pembangunan pusat ekonomi yang tidak hanya terpusat di Jakarta, dan Pulau Jawa.

Masing-masing daerah, menurut Shoeb, harus bangkit menjadi pusat industri mandiri yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi perekonomian nasional.  

Sasaran itu dapat terwujud apabila pemerintah dapat memastikan dalam lima tahun ke depan tiap institusi saling terhubung, dan dunia usaha dapat berkolaborasi.

Diskusi panel yang diadakan IEF di Jakarta, Rabu, dihadiri tidak hanya oleh ekonom, praktisi bisnis, tetapi juga pembuat kebijakan, dan politisi.
Baca juga: KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif
Baca juga: Jokowi-Lee sepakat buka lebih luas konektivitas demi pertumbuhan pariwisata

 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar