BPJS Kesehatan raih dua penghargaan internasional

BPJS Kesehatan raih dua penghargaan internasional

Arsip foto - Warga mendaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018). Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan mengeluarkan dana cadangan APBN untuk menutupi defisit yang dialami BPJS Kesehatan sebesar Rp4,9 triliun. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Penghargaan ini tak lepas dari hasil kerja keras Duta BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia dan seluruh stakeholder JKN-KIS lainnya,
Jakarta (ANTARA News) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meraih dua penghargaan internasional yaitu Turkey Global Leaders Award 2018 dan The Best Global Leader in Asia and Turkey 2018.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu, BPJS Kesehatan memperoleh penghargaan sebagai The Best Company in Asia and Turkey 2018 Category Government Company dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris juga dinobatkan sebagai The Best Global Leader in Asia and Turkey 2018 yang diselenggarakan di Turki.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman Foreign Economic Relations Board Ilhan Erdal dan Chairwoman Economic Review Irlisa Rahmadiana kepada Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BPJS Kesehatan dan jajaran manajemennya. Penghargaan ini tak lepas dari hasil kerja keras Duta BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia dan seluruh stakeholder JKN-KIS lainnya. Semoga semangat Duta BPJS Kesehatan kian terpacu untuk menyempurnakan mutu layanan dan mengembangkan beragam inovasi lainnya,” kata Bayu.

Acara penganugerahan award tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki H.E. Wardana. Selain Kategori pemerintahan, terdapat beberapa kategori penghargaan lainnya, yaitu untuk asosiasi, perusahaan publik, perusahaan BUMN, perusahaan swasta, dan BUMD.

Sementara itu, menurut Chairwoman Economic Review Irlisa Rahmadiana, penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan sesuai dengan pengelompokan perusahaan berdasarkan sektor industri, aset perusahaan, kepemilikan saham perusahaan (pemerintah, BUMN, anak perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta). 

“Adapun proses penilaiannya dilakukan dengan mempertimbangkan penilaian kinerja keuangan perusahaan tahun 2017, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber dan data yang telah dipublikasikan,” kata Irlisa dalam keterangan tertulis.

Sampai dengan 23 November 2018, sudah ada 206.070.624 jiwa penduduk Indonesia yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Diharapkan angka ini terus bertambah secara signifikan agar impian Universal Health Coverage (UHC) dapat tercapai pada tahun 2019 mendatang. 
Baca juga: Sistem keuangan BPJS Kesehatan harus diperbaiki
Baca juga: Penyakit akibat kerja berpotensi habiskan Rp300 miliar setahun

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jokowi sebut BPJS Kesehatan defisit karena salah kelola

Komentar