counter

Polres Bantul dirikan tiga Pospam libur akhir tahun

Polres Bantul dirikan tiga Pospam libur akhir tahun

Logo Polisi (ANTARANews)

Bantul (ANTARA News) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendirikan tiga Pos Pengamanan di wilayah hukum kabupaten setempat dalam rangka pengamanan arus lalu lintas kendaraan menghadapi libur akhir tahun 2018.

"Ada tiga Pospam (Pos Pengamanan) yang kita buat, pertama di wilayah Parangtriris Kretek, simpang empat Druwo (Jalan Lingkar Selatan) dan Pospam di Piyungan," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bantul Kompol Ahmad Nanang Wibowo di Bantul, Sabtu.

Pospam yang didirikan Polres Bantul di tiga titik ruas jalan itu akan disiagakan sejumlah personel lalu lintas guna memantau kondisi arua lalu lintas dan mengamankan ruas yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan.

"Selain itu untuk Pos Pantau kita buat di dua tempat, yaitu di jalur Cinomati (jalur penghubung Pleret-Dlingo) dan di Mangunan (kawasan objek wisata) Dlingo," tuturnya.

Selain itu, kata dia, juga didirikan Pos Pelayanan Terpadu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) setempat. Total personel polisi yang diterjunkan dalam pengamanan libur akhir tahun sekitar 800 orang.

Wakapolres Bantul mengatakan, sebelum pelaksanaan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru juga telah diadakan rapat koordinasi dengan mengundang jajaran internal maupun eksternal dari institusi terkait untuk membahas kerawanan apa yang ada di Bantul.

"Kerawanan yang pertama itu kemacetan yang terjadi saat perayaan pergantian malam Tahun Baru, terutama di ruas Jalan Parangtritis, Jalan Wonosari (Piyungan) dan Jalan Bantul itu sendiri," ujarnya.

Kompol Ahmad juga mengatakan, kerawanan dari kondisi kemacetan lalu lintas yang berubah menjadi kerawanan kecelakaan lalu lintas juga perlu diwaspadai di jalur-jalur yang berpotensi ramai lalu lintas seperti yang disebutkan tersebut.

"Kerawanan macet akan berubah menjadi rawan kecelakaan ketika (lalu lintas) landai, karena (laju kendaraan) cenderung dengan kecepatan tinggi karena buru-buru mau pulang, mau berangkat, itu berubah ke (rawan) kecelakaan," ucapnya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar