counter

Bank Pembangun Asia minta konstruksi bangunan kampus IAIN Palu tahan gempa

Bank Pembangun Asia minta konstruksi bangunan kampus IAIN Palu tahan gempa

Warga berdiri di depan salah satu bangunan hunian sementara (huntara) bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (27/11/2018). Baznas mendirikan puluhan unit huntara bagi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang bertujuan untuk membantu mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.


Hal itu menjadi keharusan, mengingat lokasi pembangunan kampus di Sigi letaknya berdekatan dengan jalur patahan sesar Palu Koro
Palu, (ANTARA News) - Perwakilan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) Indonesia meminta konstruksi dan rancangan pembangunan gedung kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, harus tahan gempa.

"Rancangan konstruksi pembangunan bangunan gedung IAIN Palu harus tahan gempa," kata staf senior Perwakilan ADB Indonesia, Sutarum Wiriono.

"Hal itu menjadi keharusan, mengingat lokasi pembangunan kampus di Sigi letaknya berdekatan dengan jalur patahan sesar Palu Koro," tambahnya.

Sutarum Wiriono dan Sagaf dari pihak ADB Indonesia, telah mengunjungi dan meninjau langsung kondisi dan lokasi IAIN Palu, kampus II di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi pada Rabu (23/1).

Peninjauan itu, karena IAIN Palu mengajukan proposal revitalisasi/pembangunan perguruan tinggi Islam negeri tersebut dengan dana ADB senilai kurang lebih Rp365 miliar.

Selain konstruksi bangunan gedung harus tahan gempa, pihak ADB juga meminta kepada IAIN Palu agar merancang kampus dengan memperhatikan aspek lingkungan/ekologis dan estetika.

"Kampus harus ramah lingkungan, orang-orang dan mahasiswa ketika berada di kampus merasa nyaman dan betah di kampus," ujar Sutarum Wiriono.

Rektor IAIN Palu Prof Dr Sagaf S Pettalongi mengaku melibatkan ADB lewat pemerintah pusat untuk merevitalisasi kampus IAIN Palu, dan telah disetujui.

Dia mengatakan berdasarkan rencana kebutuhan IAIN Palu sebelum dan pascabencana, maka diusulkan anggaran senilai Rp365 miliar.

Keberadaan kampus IAIN Palu di Sigi, menurut dia, akan memberikan dampak positif dalam menunjang upaya pembangunan manusia yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tersebut.

Karena itu, menurut dia, tidak hanya sebagai ikon kampus IAIN Palu di Sigi melainkan juga sebagai penunjang peradaban Islam yang berperan untuk membangun harmonisasi antarumat beragama di daerah itu.

"IAIN Palu mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, baik dimasa lalu maupun kini," ujarnya.

Perguruan tinggi itu dapat menjadi benteng peradaban yang menjaga, sekaligus mengembangkan budaya yang ada di Sigi. IAIN Palu memiliki lahan di Sigi seluas kurang lebih 25 hektare yang dimanfaatkan untuk pengembangan perguruan tinggi tersebut.


Baca juga: IAIN Palu gandeng ADB revitalisasi kampus pascatsunami

Baca juga: Bangunan IAIN Palu rusak akibat gempa tsunami

Baca juga: Mahasiswa IAIN Palu kuliah di luar kampus pascatsunami

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar