Perempuan perlu rutin tes IVA untuk deteksi kanker serviks

Perempuan perlu rutin tes IVA untuk deteksi kanker serviks

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr. Lina Karlina, Sp.OG (tengah) menjelaskan pentingnya pemeriksaan IVA kepada para karyawati PT Kahatex di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019). (ANTARA News/ Anita Permata Dewi)

Ini skrining yang mendasar, sederhana, mudah dilakukan. IVA test penting dilakukan setahun sekali untuk cek organ intim kita
Bandung (ANTARA News) - Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr. Lina Karlina, Sp.OG mengingatkan kaum perempuan untuk rutin melakukan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk mencegah dan mendeteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks.

"Ini skrining yang mendasar, sederhana, mudah dilakukan. IVA test penting dilakukan setahun sekali untuk cek organ intim kita," kata dr. Lina di acara sosialisasi pemeriksaan IVA bagi para karyawati PT Kahatex di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, pemeriksaan IVA penting untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks sejak dini. "Kalau organ reproduksi kita sakit, bagaimana kita bisa bekerja dengan baik kanker leher rahim harus diwaspadai. Ini ancaman kematian nomor satu".

Kanker leher rahim atau kanker serviks menjadi penyebab utama kematian perempuan di negara-negara berkembang. Saat ini, kata Lina, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks.

Dalam kesempatan itu, Lina menjelaskan sejumlah gejala adanya kanker serviks. "Haid tidak teratur, nyeri panggul, nyeri saat senggama, keluar cairan keputihan yang kekuningan bercampur darah, terjadi perdarahan saat masa menopause. Ini harus diperiksa".

Sementara itu, beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker serviks di antaranya melakukan hubungan seks sebelum usia 20 tahun, kerap berganti pasangan seksual, memiliki riwayat infeksi di daerah kelamin dan kurang menjaga kebersihan alat kelamin. Selain itu perempuan yang memiliki keluarga yang menderita kanker berpeluang lebih besar terkena kanker serviks. 

"Perempuan yang melahirkan banyak anak, perokok maupun yang kerap terkena paparan asap rokok juga berisiko (terkena kanker serviks)," katanya.

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah setia kepada pasangan, tidak merokok dan melakukan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV).

Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja menyelenggarakan acara sosialisasi pemeriksaan IVA terhadap 3.000 karyawati PT Kahatex cabang Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, sebagai upaya untuk mencegah dan mendeteksi dini kanker serviks. Program ini terselenggara atas kerja sama OASE Kabinet Kerja dengan Kementerian Tenaga Kerja, BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. 

Anggota OASE Kabinet Kerja Marifah Hanif Dhakiri mengatakan sosialisasi pemeriksaan IVA merupakan salah satu program kerja di OASE Kabinet Kerja.

"(Pemeriksaan IVA) tujuannya untuk menyehatkan para perempuan. Kalau perempuan sehat, maka produktifitas akan meningkat," kata Marifah. 

Kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan tenaga kerja perempuan Indonesia. "Pemerintah berupaya membantu masyarakat agar para perempuan sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan," kata istri Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri ini.

Pemeriksaan IVA di PT Kahatex ini, ditargetkan untuk diikuti sebanyak 3.000 karyawan perempuan PT Kahatex yang akan dilakukan mulai 6 Februari hingga 22 Februari 2019.

Sejak tahun 2015 hingga Juli 2018, telah dilakukan pemeriksaan IVA terhadap 15.225 orang pekerja perempuan di seluruh Indonesia. Dalam setiap pemeriksaan IVA, para pekerja perempuan juga diberikan vitamin. ***3***

Baca juga: 3.000 karyawati di Rancaekek ikuti sosialisasi tes IVA

Baca juga: Pendukung vaksin kanker serviks minta akses ditingkatkan

Baca juga: Sudah divaksin HPV bebas kanker serviks?


 

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Layanan Pap Smear gratis untuk deteksi kanker Serviks

Komentar