Debat Capres

Jokowi ingin nelayan manfaatkan momen pemberantasan kapal pencuri ikan

Jokowi ingin nelayan manfaatkan momen pemberantasan kapal pencuri ikan

Penenggelaman Kapal Nelatan Asing Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatera Utara. (ANTARA/Septianda Perdana)

Jakarta (ANTARA News) - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ingin para nelayan memanfaatkan momentum pemberantasan pencurian ikan oleh kapal asing untuk mengambil sumber daya alam perikanan.

"Menjadi kesempatan bagi nelayan-nelayan kita utk memanfaatkan SDA maritim kita agar mereka sejahtera," kata Jokowi dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu.

Jokowi juga mengklaim telah mengejar kapal asing yang mencuri ikan di laut kita dan menenggalamkan ribuan kapal-kapal tersebut.

"Selain ikan, kita juga punya ladang-ladang minyak offshore yang belum dieksploitasi dengan baik, oleh karena itu kita akan garap agar memberikan pendapatan bagi negara," tutur Jokowi.

Terkait hal ini Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menanggapinya bahwa nelayan tidak punya akses modal, teknologi bahkan kapal.

"Nelayan miskin tidak punya akses modal, kapal dan tekno dan dibatasi oleh aturan-aturan yang membuat nelayan kecil sulit melaksanakan kerjannya," kata Prabowo.

Namun Jokowi menyanggahnya dengan mengatakan bahwa BUMN ikan sudah ada yakni Perindo yang beli ikan-ikan dari nelayan. Lalu perizinan untuk  melayan kecil sudah tidak pakai izin lagi.

Bahkan pihaknya juga sudah memiliki apa yang namanya bank nelayan.
Baca juga: Jokowi kenalkan konsep "market place" online kepada petani
Baca juga: Capres nomor urut 01 ingin ciptakan petani muda

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini alasan Prabowo-Sandi tidak ingin mengambil gaji

Komentar