counter

Alasan Vivo bermain di segmen ponsel premium

Alasan Vivo bermain di segmen ponsel premium

Peluncuran Vivo V15 Pro di Jakarta, Kamis (21/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya Vivo mengeluarkan ponsel pintar premium berseri V15 Pro, guna memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan produk dengan spesifikasi kelas atas.

Vivo V15 Pro mengusung kamera beresolusi 32MP Pop-up camera tertinggi. Ponsel ini juga menggunakan prosesor Snapdragon Qualcomm 675 AIE octa-core, autentikasi AI Face Access, Screen Touch ID generasi 5 terbaru serta 6GB RAM dan 128GB ROM.

"Masyarakat Indonesia terutama konsumennya Vivo, makin lama makin melek teknologi. Lifestyle ya harus dinamis, mereka lebih berani spend untuk sesuatu yang worth it. Waktu kita lakuin preorder untuk V15 Pro, ternyata sold out. Berarti ini sukses dan menarik," ujar Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia, di Jakarta, Kamis.

Vivo V15 Pro dibanderol dengan harga RpRp5.699.000 yang sebenarnya tak terlalu tinggi untuk sebuah ponsel di kelas premium.

"Kami tembak di segmen yang Rp5 jutaan. Bagi Vivo, ini adalah produk yang paling tinggi yang kita keluarkan, jadi ini masuk segmen premium. Ini kan melanjutkan segmen kami kemarin. Ini adalah produk pertama kami yang masuk segmen premium," kata Edy.

Kendati rentang waktu peluncurannya tidak terlalu jauh dengan ponsel seri sebelumnya, Edy mengaku tak khawatir akan mempengaruhi penjualan V15. Sebab menurutnya, kedua ponsel tersebut memiliki pangsa pasar yang berbeda.

"Kalau dibilang jaraknya dekat, emang dekat. Market Indonesia ini sangat dinamis, keinginan masyarakat harus kita penuhi. Inilah yang menjadi cikal bakal pertimbangan kita untuk lebih cepat mengeluarkan produk ini. Kita memberikan pilihan kepada konsumen kita," jelas Edy.

Baca juga: V15 Pro, ponsel premium pertama dari Vivo seharga Rp5,6 juta

Baca juga: Vivo Indonesia tambah kapasitas produksi demi dongkrak penjualan

Baca juga: Vivo V15 resmi meluncur harga Rp4 jutaan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar