counter

Liga Champions

Liverpool adalah campuran dari atmosfer, emosi, gairah dan kualitas

Liverpool adalah campuran dari atmosfer, emosi, gairah dan kualitas

Para pemain, pelatih dan staf ofisial Liverpool berbaris menghadap ke tribun Kop di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, berterima kasih kepada dukungan para suporter usai mengalahkan Barcelona 4-0 dalam laga semifinal Liga Champions pada Selasa (7/5/2019) setempat demi meloloskan diri ke final dengan agregat 4-3. (ANTARA/REUTERS/Carl Recine)

Kita semua tahu klub ini adalah percampuran dari atmosfer, emosi, gairah (Anfield) dan sepak bola berkuialitas
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyebut jati diri timnya adalah percampuran dari atmosfer, emosi dan gairah di Anfield bertemu dengan sepak bola berkualitas.

Hal itu disampaikan Klopp selepas timnya berhasil mencapai final Liga Champions usai membungkam Barcelona 4-0 di Anfield dalam laga kedua semifinal pada Rabu dini hari WIB, demi membayar lunas ketertinggalan agregat tiga gol.

"Kita semua tahu klub ini adalah percampuran dari atmosfer, emosi, gairah (Anfield) dan sepak bola berkuialitas," kata Klopp dalam jumpa pers purnalaga dilansir laman resmi Liverpool.

"Hilangkan salah satunya dan klub ini pincang, kami tahu itu, anda tahu itu," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Liverpool lunasi defisit tiga gol dari Barcelona demi menjejaki final

Klopp bahkan mengibaratkan Liverpool seperti jantung yang besar dan dalam laga melawan Barcelona jantung itu berdegup begitu kencang.

"Anda bisa mendengarnya dan mungkin merasakannya dari belahan dunia manapun," katanya.

"Saya sangat senang bisa memberi orang-orang pengalaman ini dan senang bisa berkesempatan untuk bisa melakukannya dengan tepat dari sudut pandang kami," ujar Klopp.

Baca juga: Abaikan cederanya, Robertson: yang penting kami ke final

Liverpool yang memasuki pertandingan dibebani kekalahan 0-3 berhasil meraih kemenangan 4-0 berkat gol pembuka dan penutup Divock Origi yang diselingi dwigol Georginio Wijnaldum.

Tim besutan Klopp lolos ke final Liga Champions lagi untuk dua musim beruntun.

"Ketika saya melihat para pemain berlinang air mata setelah pertandingan berakhir, itulah sepak bola, mereka pemain profesional tapi tak bisa mengelak," kata dia.

"Klub ini menyentuh Anda dengan cara yang luar biasa, seolah-olah Anda merasa lebih hidup dibanding orang-orang lain di momen-momen ini. Sungguh luar biasa dan saya menyukainya," pungkas Klopp.

Liverpool akan berangkat ke Madrid tiga pekan lagi, menanti pemenang semifinal lain antara Ajax kontra Tottenham.

Baca juga: Joget Lovren dan cium Alexander-Arnold warnai perayaan di ruang ganti

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kacamata Berbingkai Kayu Yogyakarta Yang Mencapai Barcelona

Komentar