counter

Pangeran William bicara tentang pedihnya kehilangan Putri Diana

Pangeran William bicara tentang pedihnya kehilangan Putri Diana

Pangeran William melakukan lambaian selamat tinggal kepada simpatisan setelah meletakkan karangan bunga di Oi Manawa Canterbury Earthquake National Memorial di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (26/4/2019). (REUTERS/STRINGER)

Jakarta (ANTARA) - Pangeran William bicara tentang kepedihan akibat kehilangan ibu saat usianya masih belia, dalam dokumenter baru BBC One tentang kesehatan mental.

Duke of Cambridge itu mengatakan ia merasa "kesedihan tiada tara" setelah kematian Putri Diana pada 1997, menjelaskan pengalaman itu membuatnya bisa mengenali orang lain yang juga menderita akibat kehilangan keluarga.

"Saya banyak memikirkan ini, saya pikir ketika kamu merasa kehilangan saat masih kecil, sebenarnya usia berapa pun, tapi khususnya pada usia muda, saya bisa memahami itu, kau merasakan kepedihan tiada tara."

"Dan kau tahu dalam hidupmu akan sulit menemukan sesuatu yang lebih pedih dari itu," imbuh dia, seperti dikutip Independent.

"Tapi itu juga membuatmu dekat dengan orang-orang di luar sana yang merasa hal serupa."

Ayah tiga anak itu bicara tentang dampak emosional terhadap pekerjaannya sebagai pilot ambulans, yang dia deskripsikan "sangat emosional" dibandingkan pekerjaannya di militer.

"Kau menghadapi keluarga yang menghadapi berita-berita terburuk," katanya.

"Itu membuatnya jadi sangat depresi, merasakan hal negatif, di mana kau pikir kematian ada di mana-mana kemanapun kau pergi. Dan itu merupakan beban berat."

William juga merasa tersentuh atas kesulitan yang dihadapi orang-orang Inggris untuk mendiskusikan emosi mereka, ia mengatakan orang Inggris memang kaku, tapi orang juga butuh untuk "lebih bersantai dan bisa mencurahkan emosi-emosi karena kami bukanlah robot".

Baca juga: Pangeran George rayakan ulang tahun kelima
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar