counter

Copa America 2019

Brazil berupaya hapus takhayul dengan kenakan kaus putih

Brazil berupaya hapus takhayul dengan kenakan kaus putih

Para pemain tim nasional Brazil merayakan gol Philippe Coutinho ke gawang Bolivia dalam laga pembuka penyisihan Grup A Copa America 2019 di Stadion Morumbi, Sao Paulo, Brazil, Jumat (14/6/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Amanda Perobelli)

Jakarta (ANTARA) - Tuan rumah Copa America 2019 Brazil meski tanpa Neymar memulai perjalanannya di kejuaraan tersebut tanpa hambatan berarti dengan meraih kemenangan 3-0 atas Bolivia di Stadion Morumbi, Sao Paulo, Brazil, Sabtu pagi WIB.

Selain kemenangan tersebut, satu hal yang menjadi perhatian banyak pihak adalah kostum yang dikenakan pasukan Selecao. Dalam laga tersebut anak-anak asuh Tite mengenakan kaus putih untuk pertama kalinya. Brazil mengenakan kaus dengan warna tersebut di pertandingan kompetitif dalam kurun waktu hampir 70 tahun.

Baca juga: Brazil menangi laga pembuka, tundukkan Bolivia 3-0

Di dunia sepak bola modern di mana tim-tim kerap mengenakan tiga kaus setiap tahun, sebagian di antaranya bahkan mengenakan warna yang tidak berhubungan dengan tradisi atau sejarah mereka, Brazil dengan sengaja menghindari mengenakan kaus putih di laga kompetitif sejak 1957.

Warna putih mungkin hanya menjadi detail kecil bagi negara-negara lain, namun bagi Brazil hal itu identik dengan kegagalan.

Brazil mengenakan kaus warna putih ketika mereka kalah dari Uruguay pada pertandingan final Piala Dunia 1950, yang dimainkan di kandang sendiri. Selain itu, mereka juga dikalahkan Paraguay pada final Kejuaraan Amerika Selatan 1953, kompetisi pendahulu Copa America.

Catatan-catatan buruk tersebut membuat pengurus konfederasi sepak bola Brazil (CBF) mengadakan kontes desain baru kaus timnas, dan dari sana lahirlah warna kuning yang menjadi warna kebesaran mereka sampai sekarang.

Sejak mengenakan kuning sebagai warna kaus utama, Brazil telah lima kali menjuarai Piala Dunia. Koleksi Piala Dunia terbanyak yang belum dapat disamai negara-negara lain.

CBF mengatakan mereka memilih untuk kembali mengenakan kaus warna putih sebagai penghormatan kepada tim Brazil 1919 yang untuk pertama kalinya menjadi kampiun Kejuaraan Amerika Selatan.

Langkah ini mungkin berisiko di negara yang sangat percaya takhayul seperti Brazil. Meski demikian ada satu fakta sejarah yang menguntungkan Brazil, yakni negara ini telah empat kali menjadi tuan rumah Copa America, dan mereka selalu mampu menjadi juara terlepas dari kaus warna apapun yang mereka pakai.

Baca juga: Casemiro: Brazil harus juara meski tanpa Neymar
Baca juga: Profil Grup A, tantangan sekaligus kesempatan tuan rumah tanpa Neymar

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tabebuya bermekaran, warga Batam bergembira

Komentar