counter

Catur JAPFA GM dan WGM

Klasemen setelah babak kelima: Sokolov merangsek ke atas

Klasemen setelah babak kelima: Sokolov merangsek ke atas

Susasna pertandingan catur Japfa Internasional pada babak keenam, Minggu (Yopie/PB Percasi)

Yogyakarta (ANTARA) - Unggulan kedua GM Ivan Sokolov mulai merangsek ke papan atas usai membukukan kemenangan ketiga secara beruntun pada babak kelima turnamen catur Japfa Internasional di Yogyakarta, Minggu.

Sokolov menambah satu poin menjadi 3 lewat kemenangan atas pecatur Indonesia IM Sean Winshand Cuhendi pada langkah ke-49 dengan permainan Hindia Raja.

Sokolov kini tinggal terpaut 0,5 poin dari peringkat pertama GM Khusnutdinov Rustam. Poin yang diraih Sokolov sama dengan yang diraih GM Susanto Megaranto, GM Dimitry Kokarev, dan IM Priasmoro Novendra.

Sementara itu, satu-satunya peserta putri pada kategori GM, Medina Warda Aulia menelaan kekalahan ketiga. Kali ini Medina yang mengendalikan buah putih tak mampu menahan ketaguhan permainan pertahanan Caro Can yang dibangun IM Yoseph Theolifus Taher.

Kekalahan ketiga Medina membuat ia berada di posisi kedua terbawah dan hanya setengah poin lebih tinggi dari FM Setyaki Azarya Jodi yang menghuni dasar klasemen.

Berikut peringkat kategori GM setelah Babak 5 (poin, TB1, TB2, TB3)

1. Khusnutdinov Rustam 3,5 0,0 6,25 2
2. GM Kokarev Dmitry 3,0 0,0 8,00 1
3. GM Megaranto Susanto 3,0 0,0 7,00 1
4. IM Priasmoro Novendra 3,0 0,0 7,00 1
5. IM Sokolov Ivan 3,0 0,0 5,50 3
7. IM Taher Yoseph Theolifus 2,5 0,5 6,00 1
8. IM Das Arghyadip 2,5 0,5 5,25 0
9. IM Cuhendi Sean Winshand 2,0 0,5 5,50 0
10. IM Ravi Teja S. 2,0 0,5 5,25 0
11. WGM Aulia Medina Warda 1,5 0,0 4,50 1
12. FM Setyaki Azarya Jodi 1,0 0,0 2,75 0

Keterangan:
Tie Break1: Direct Encounter ( Hasil dari pemain dalam kelompok poin yang sama )
Tie Break2: Sonneborn-Berger-Tie-Break variable
Tie Break3: The greater number of victories (jumlah kemenangan yang lebih banyak)

Baca juga: Klasemen babak kelima: Rucha geser Keti

 

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar