counter

Lebih suka pakai cat rambut alami? Berikut faktanya

Lebih suka pakai cat rambut alami? Berikut faktanya

ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Para pakar kecantikan rambut menyebut tidak ada yang namanya cat rambut organik atau cat rambut alami.

Harper's Bazaar mengutip stylist Michael Bowman dan ahli mewarnai rambut dari New York Stephanie Brown pada Rabu (19/6) bahwa pewarna rambut yang sepenuhnya organik tidak ada.

"Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami namun agar bisa ampuh mewarnai rambut ya tetap harus menggunakan proses kimiawi," kata Michael Bowman.

Sementara Stephanie Brown mengatakan pewarna rambut yang 100 persen alami cuma dari tumbuh-tumbuhan dan beberapa merek henna.

"Cat rambut wajib mengandung bahan kimia supaya bisa berfungsi dengan baik," katanya.

Dampak cat rambut alami

Brown mengingatkan jika memilih cat rambut berbahan tumbuhan atau henna, maka proses pewarnaan akan memakan waktu yang lebih lama dan khusus henna, bisa memberi efek kering pada rambut.

Jika ingin warna rambut awet maka harus pakai cat rambut yang mengandung kimia.

"Beberapa cat rambut yang berbahan alami, warnanya hanya akan bertahan selama lima hingga tujuh kali keramas. Pewarna alami ini kemudian hanya akan mengendap, tidak mengangkat warna rambut apalagi memberi efek berkilau," kata Bowman menambahkan.

Bowman dan Brown sepakat bahwa pewarna rambut masih benar-benar aman walaupun tidak 100 persen alami atau bersertifikat organik.

Brown mengatakan bahwa semua produk pewarnaan rambut di pasaran saat ini sudah disetujui oleh badan pengawas obat dan makanan AS, termasuk peringatan tentang potensi adanya reaksi alergi.

Bowman merekomendasikan untuk mempelajari lagi apakah perusahaan pembuat cat rambut yang akan Anda gunakan punya aturan yang memproduksi cat ramah lingkungan dan aman untuk digunakan.

Baca juga: Sesuaikan cat rambut dengan warna kulit

Baca juga: Memilih cat rambut yang baik

Baca juga: Barack Obama Tidak Gunakan Cat Rambut

Warna Rambut Serupa Uban Tengah Tren

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar