Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, menyatakan pihaknya sampai pada satu kesimpulan bahwa Uni Eropa akan susah mencabut pelarangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia yang diberlakukan sejak Juli tahun lalu hingga saat ini. "Saya sudah sampai pada satu kesimpulan, dia susah mencabut pelarangan itu karena proses pengambilan keputusannya melibatkan 27 negara. Kini, mereka akan bertambah lagi dengan Kosovo," katanya menjawab pers di Jakarta, Jumat. Pelarangan terbang terhadap 51 maskapai Indonesia ke Eropa terjadi sejak Juli 2007 dan diperpanjang hingga November 2007 dan diperpanjang lagi hingga saat ini. Pelarangan ini timbul atas penilaian sepihak UE bahwa maskapai Indonesia dinilai tidak aman. Evaluasi pada 2008 oleh UE dijadwalkan akan dilakukan sekitar akhir Januari hingga awal Februari 2008. Namun, sampai sekarang masih belum ada titik terang. Menurut Jusman, persoalan tersebut telah dicoba disampaikan kepada salah satu duta besar negara Eropa di Indonesia yakni Swedia. "Bagaimana mungkin penilaian tingkat keselamatan penerbangan suatu negara oleh EU, keputusan pencabutannya harus dilakukan melalui sebuah cara seperti parlemen ?". Praktisnya, kata Jusman, mereka harus melakukan musyawarah untuk mufakat, jika tidak tercapai maka kemungkinan besar dilakukan voting. "Kemudian mereka bilang, itulah prosedurnya," kata Jusman. Oleh karena itu, kata Jusman, EU telah menawarkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mengirimkan semacam perwakilan untuk menjembatani masalah tersebut dengan Indonesia yakni semacam jembatan penghubung. "Mereka mengutus ahli semacam LO. Besok akan diperkenalkan dengan saya. Namanya Ambrosini. Tujuannya satu yakni mempercepat pencabutan larangan terbang," kata Jusman. Pada bagian lain, Jusman juga menyatakan, saat ini pemerintah Indonesia juga telah memperbaharui perjanjian bilateral di bidang penerbangan dengan tiga negara Eropa yakni Belanda, Jerman dan Perancis. "Ketiga negara ini dikenal baik reputasinya untuk sektor penerbangan," katanya. Apalagi, konteksnya, PT Garuda Indonesia tengah berencana terbang kembali ke Eropa. Terbukti, Garuda telah membeli 10 pesawat berbadan lebar B777-300ER untuk kepentingan itu. Garuda dan penerbangan setempat, seperti KLM dan Lufthansa juga telah menandatangani perjanjian baru. Payung itu semua, kata Jusman, kedua negara diwakili otoritas penerbangan masing-masing telah menandatanganinya. Untuk itu, Dirjen Perhubungan Udara, Dephub, Budhi M. Suyitno dan timnya telah berada di Eropa beberapa hari lalu.(*)

Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2008