counter

Ini dia program Dinsos DKI untuk anak pengungsi pencari suaka

Ini dia program Dinsos DKI untuk anak pengungsi pencari suaka

Sejumlah anak pengungsi suaka sedang mengantre pendataan identitas untuk kegiatan belajar bersama di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (15/7/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Fokus utama kita adalah yang penting mereka tidak stres dan depresi karena keadaan
Jakarta (ANTARA) - Para petugas Dinas Sosial DKI Jakarta berencana mengadakan belajar bersama untuk para anak pengungsi pencari suaka yang saat ini berada di tempat penampungan sementara gedung bekas Komando Militer (Kodim) Kalideres, Jakarta Barat.

Salah satu petugas Dinsos DKI, Hartati, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan secara kolektif dan sukarela oleh petugas Dinsos DKI lainnya.

“Kolektif modal sendiri dari kita, tapi kita coba musyawarah lagi,” katanya saat berkunjung ke tempat pengungsian, Senin.

Baca juga: Puskesmas se-Jakbar akan lakukan sosialisasi ke pengungsi suaka

Hartati melanjutkan, kegiatan ini adalah inisiatif dari teman-temannya yang bertujuan untuk memberikan kegiatan bermanfaat sekaligus mengisi waktu luang para anak pengungsi pencari suaka itu.

“Fokus utama kita adalah yang penting mereka tidak stres dan depresi karena keadaan,” ujarnya.

Saat ini, Hartati beserta teman-temannya yang berasal dari Dinsos DKI sedang melakukan pendataan terhadap jumlah anak pengungsi suaka sekaligus kebutuhan mereka selama proses belajar.

“Saat ini kita sedang melakukan observasi dan pendataan untuk mengetahui jumlah balita dan anak-anak yang ada di tempat pengungsian ini,” katanya.

Baca juga: Pengungsi suaka Kalideres butuh bantuan sajadah

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah anak tersebut, para petugas Dinsos DKI tersebut berencana untuk membuat beberapa kelompok yang terdiri dari 10 hingga 15 anak.

Selain itu, kegiatan belajar bersama ini akan mulai diadakan pada Selasa (16/7) pukul 09.00 WIB tepat di halaman lokasi penampungan.

Adanya rencana belajar bersama tersebut disambut baik oleh beberapa anak pengungsi suaka, seperti Mustafa dan Mumtaz dari Afghanistan. Kedua bocah berusia 11 tahun itu mengaku sangat senang bisa belajar kembali setelah sekian lama tidak mendapatkan pelajaran.

Baca juga: Puskesmas Kalideres terima 190 pasien pengungsi suaka

“Saya terakhir sekolah kelas satu. Sangat senang karena sudah lama saya tidak belajar,” kata Mustafa.

“Saya akan ajak teman-teman untuk datang besok pagi karena kami sangat senang dapat ibu guru yang baru,” ujar Mumtaz.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para pencari suaka ikuti lomba 17 Agustus-an

Komentar