Afrika Selatan lanjutkan ekspor daging ke China pascawabah mulut-kuku

Afrika Selatan lanjutkan ekspor daging ke China pascawabah mulut-kuku

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa melambaikan tangan saat ia berjalan melewati Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat sesi foto bersama di depan Kastil Osaka dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). ANTARA FOTO/Tomohiro Ohsumi/Pool via REUTERS/pd/cfo (REUTERS/POOL)

Pretoria (ANTARA) - Afrika Selatan kembali mengekspor daging ke China setelah wabah penyakit mulut dan kuku (FMD) pada Januari menghentikan arus perdagangan, menurut pejabat pada Selasa.

Larangan ekspor produk dari hewan berkuku belah atau bercabang dua ke China secara resmi dicabut pada 23 Juli, demikian Duta Besar China Lin Songtian saat konferensi pers.

Penyakit virus, yang menyebabkan luka dan lecet pada kaki, mulut dan puting pada sapi dan domba, terdeteksi di distrik utara Provinsi Limpopo. Penemuan tersebut berujung pada penangguhan sementara status bebas-FMD Afrika Selatan oleh Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE).

Baca juga: Genjot ekspor, Indonesia promosi produk unggulan di Afrika Selatan

"Kami mendatangi rumah pemotongan hewan dan mengirim sebuah pesan ke China bahwa aman untuk melanjutkan ekspor," kata dubes.

Pada Maret sejumlah negara termasuk Mozambik, Lesotho, Mesir dan Uni Emirat Arab mencabut larangan ekpor dari Afrika Selatan.

FMD tidak memiliki dampak pada manusia namun mengancam hewan berkuku belah atau bercabang seperti sapi, kambing dan domba.

Baca juga: Mantan presiden Afsel hadapi penyelidikan korupsi
Baca juga: Rakyat Afsel marah karena perwira dituntut gara-gara pakai jilbab


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar