PTGMI: Masyarakat banyak tidak mengetahui kapan waktu sikat gigi

PTGMI: Masyarakat banyak tidak mengetahui kapan waktu sikat gigi

Sosialisasi mengenai Indonesia bebas karies 2030 oleh Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia di Jakarta, Minggu (1/9/2019) (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Epi Nopiah mengatakan saat ini banyak masyarakat tidak mengetahui kapan waktu yang tepat dalam menyikat gigi.

"Sebagian masyarakat tidak mengetahuinya kapan harus menyikat gigi. Kalau ditanya kapan waktu menyikat gigi yang tepat, jawabannya dua kali saat mandi. Padahal seharusnya menyikat gigi setelah makan dan mau tidur," ujar Epi saat peringatan ulang tahun PTGMI ke-23 di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Apa akibatnya bila anak terlalu sering menelan pasta gigi?

Menurut dia, hal itu juga sesuai dengan hasil riset kesehatan dasar pada 2013, yang menyebutkan hanya delapan persen yang mengetahui kapan waktu menyikat gigi yang tepat.

Kemudian, kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut juga kurang karena baru ke dokter gigi hanya pada saat sakit gigi.

Baca juga: Cinta Laura belanja online sikat gigi hingga perlengkapan olahraga

"Itu hal yang salah, tidak harus sakit gigi dulu baru ke dokter. Data kami menyebut hanya 12 persen masyarakat yang ke dokter gigi sebelum sakit."

Ke depan, pihaknya akan berupaya melakukan sosialisasi paada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut. Pihaknya juga menargetkan Indonesia bebas karies gigi pada 2030. Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi yang ditandai dengan gigi berlubang.

Baca juga: Kiat Nadia Mulya agar anak rajin sikat gigi

Karies gigi disebabkan sisa makanan yang menempel di gigi. Oleh karena itu, sebelum tidur harus menyikat gigi.

"Tugas kami sebagai terapis melakukan sosialisasi pada masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut. Makanya pada hari ini, kami memberikan edukasi pada masyarakat mengenai tata cara menyikat gigi yang benar," kata dia lagi.

Pewarta: Indriani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar