counter

Ratusan orang ikuti aksi membersihkan Sungai Serayu Banyumas

Ratusan orang ikuti aksi membersihkan Sungai Serayu Banyumas

Peserta aksi saat membersihkan Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, dari sampah dan eceng gondok yang mengganggu kelancaran aliran air. (ANTARA/HO-FRMPSDASH)

Sampah yang berhasil dikumpulkan dalam aksi tersebut mencapai puluhan truk, sedangkan eceng gondok yang terkumpul akan diproses untuk dijadikan kompos.
Banyumas (ANTARA) - Sekitar 500 orang mengikuti aksi membersihkan aliran Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang digelar Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL).

Kegiatan yang dipusatkan di Bendung Gerak Serayu, Jumat, juga melibatkan Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Serayu Citanduy (Pusdataru-SC), berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Kebasen, Forum Rembuk Masyarakat Pengelolaan Sumber Daya Air Serayu Hilir (FRMPSDASH), serta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Mapala Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, peserta aksi dibagi menjadi dua kelompok, yakni Kelompok 1 yang dikoordinasi Ketua FRMPSDASH Eddy Wahono membersihkan wilayah badan Sungai Serayu dari bawah jembatan kereta api hingga Bendung Gerak Serayu, sedangkan Kelompok 2 dikoordinasi Kepala Balai Pusdataru-SC Suwondo membersihkan area di sekitar Bendung Gerak Serayu hingga saluran flushing (penghubung).

Selain mengerahkan tenaga manusia, aksi membersihkan Sungai Serayu itu juga melibatkan satu unit ekskavator bantuan dari PT Sac Nusantara untuk mengeruk sampah di dasar saluran flushing.

Baca juga: Didatangi Iriana Jokowi, bantaran Sungai Cipakancilan akan jadi taman

Sampah yang berhasil dikumpulkan dalam aksi tersebut mencapai puluhan truk, sedangkan eceng gondok yang terkumpul akan diproses untuk dijadikan kompos.

Terkait dengan kegiatan tersebut, Kepala Balai Pusdataru-SC Suwondo mengatakan aksi membersihkan Sungai Serayu dilatarbelakangi keprihatinan atas kondisi darurat sampah di berbagai tempat khususnya perkotaan yang disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan.

Bahkan, kata dia, masyarakat menjadikan sungai sebagai sarana utama pembuangan sampah rumah tangga dan khusus Sungai Serayu menerima kiriman sampah dari lima kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

"Oleh karena itu, kegiatan bersih sungai mutlak harus sering dilaksanakan seiring dengan upaya menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya sungai untuk kehidupan. Ini sesuai dengan semboyan kali resik, banyune becik, banyu mili, petani mukti (sungai bersih, airnya bagus, airnya mengalir, petani sejahtera, red.)," katanya.

Sementara itu, Ketua FRMPSDASH Eddy Wahono mengatakan masalah sampah sebenarnya dapat diatasi bila masyarakat secara sadar dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah organik dan anorganik.

Menurut dia, sampah organik dapat diolah menjadi kompos namun untuk sampah plastik sulit terurai oleh mikroorganisme.

"Oleh karena itu, sediakan tempat sampah di rumah serta jangan membuang sampah di sungai karena akan mengakibatkan pencemaran dan banjir," katanya.
Baca juga: KKP tebar 203.000 benih ikan di Sungai Serayu

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jembatan terseret banjir, tiga desa terisolir

Komentar